sumutpos.jawapos.com – Selama ini banyak orang menganggap perkembangan otak manusia berlangsung secara bertahap dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Namun, penelitian terbaru dari University of Cambridge mengungkap fakta berbeda. Otak manusia ternyata berkembang melalui lima fase besar yang dipisahkan oleh empat titik perubahan penting sepanjang kehidupan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (2/6/2026), temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications setelah para peneliti menganalisis hasil pemindaian MRI dari 3.802 individu berusia 0 hingga 90 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur jaringan otak tidak berubah secara linear, melainkan mengalami pergeseran besar pada usia tertentu.
Penelitian menemukan empat titik perubahan utama yang terjadi sekitar usia 9 tahun, 32 tahun, 66 tahun, dan 83 tahun. Setiap periode tersebut menandai fase baru dalam perkembangan maupun penuaan otak manusia.
Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot Jadi Kepala BGN, Ini Penggantinya
Salah satu temuan paling menarik adalah mengenai masa remaja atau adolescence. Selama ini fase remaja umumnya dianggap berakhir pada akhir belasan tahun atau awal usia 20-an. Namun berdasarkan pola koneksi saraf yang dianalisis dalam penelitian tersebut, masa remaja ternyata berlangsung jauh lebih lama, yakni hingga sekitar usia 32 tahun.
Pada periode ini, efisiensi komunikasi antarbagian otak masih terus berkembang dan meningkat. Kemampuan otak dalam menghubungkan berbagai informasi, mengatur emosi, serta mendukung proses pengambilan keputusan terus mengalami penyempurnaan hingga awal usia 30-an.
Setelah melewati usia tersebut, otak memasuki fase dewasa yang ditandai dengan kestabilan struktur jaringan saraf. Fase ini berlangsung cukup panjang, lebih dari tiga dekade, sehingga menjadi periode paling stabil dalam kehidupan otak manusia.
Memasuki usia sekitar 66 tahun, otak mulai mengalami reorganisasi yang berkaitan dengan proses penuaan. Perubahan ini merupakan bagian alami dari bertambahnya usia dan dapat memengaruhi sejumlah fungsi kognitif, termasuk kecepatan pemrosesan informasi dan daya ingat.
Kemudian pada usia sekitar 83 tahun, otak memasuki fase late ageing atau penuaan lanjut. Pada tahap ini perubahan biologis menjadi lebih nyata dan berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan neurodegeneratif seperti demensia.
Menurut para peneliti, pemahaman baru mengenai fase-fase perkembangan otak ini dapat membantu menjelaskan mengapa kemampuan belajar, kesehatan mental, pengambilan keputusan, hingga risiko penyakit neurologis dapat berubah pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang.
Baca Juga: Sidang Dugaan Pemalsuan Surat Tanah Kembali Ditunda, Terdakwa Tak Dihadirkan
Temuan tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan strategi kesehatan yang lebih tepat sasaran. Dengan memahami kapan perubahan besar terjadi pada otak, para ahli dapat merancang intervensi yang lebih efektif untuk mendukung kesehatan mental, kemampuan kognitif, dan kualitas hidup sejak usia muda hingga lanjut usia.
Penelitian ini sekaligus mengingatkan bahwa perkembangan otak manusia ternyata berlangsung jauh lebih panjang dan kompleks daripada yang selama ini dipahami. Bahkan ketika seseorang telah dianggap dewasa secara sosial, otaknya mungkin masih berada dalam tahap penyempurnaan yang aktif.
Temuan ini langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang berseloroh bahwa hasil penelitian tersebut menjadi alasan mengapa seseorang di usia akhir 20-an masih sering merasa bingung menentukan arah hidup atau mengambil keputusan besar.
Baca Juga: Wabup Labura Rotasi 11 Pejabat, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Sebagian netizen mengaku lega karena penelitian ini dianggap menjelaskan pengalaman mereka yang baru merasa lebih matang secara emosional dan mental setelah memasuki usia 30 tahun. Ada pula yang menyebut hasil studi tersebut membuktikan bahwa proses pendewasaan setiap orang memang membutuhkan waktu yang berbeda.
Di sisi lain, sejumlah warganet menyoroti pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini melalui pola hidup sehat, olahraga, tidur yang cukup, serta aktivitas yang merangsang kemampuan berpikir. Mereka menilai penelitian ini menjadi pengingat bahwa kesehatan otak perlu dijaga sepanjang hidup, bukan hanya saat memasuki usia lanjut.(lin)
Editor : Redaksi