Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Efektif Tanpa Efek Samping! Ini Waktu Terbaik Minum Obat untuk Hasil Maksimal

Johan Panjaitan • Selasa, 11 November 2025 | 09:35 WIB

 

ILUSTRASI: Waktu terbaik minum obat, pagi atau malam.(FREEPIK)
ILUSTRASI: Waktu terbaik minum obat, pagi atau malam.(FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Banyak orang sering bingung, sebaiknya obat diminum sebelum atau sesudah makan? Pertanyaan sederhana ini ternyata sangat penting, karena waktu minum obat berpengaruh langsung terhadap efektivitas pengobatan dan risiko efek samping.

Dilansir dari rbc.ukraina, seorang Profesor dan ahli gizi mengatakan, bahwa waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat tergantung pada jenis obat serta cara tubuh menyerapnya.

Makanan bisa meningkatkan, menurunkan, atau bahkan menghambat penyerapan zat aktif obat.
Beberapa obat, seperti bisfosfonat atau rifampisin, akan kehilangan efektivitas jika diminum bersama makanan. Karena itu, sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan.

Sebaliknya, obat seperti metformin, kortikosteroid, dan antibiotik seperti eritromisin lebih aman diminum setelah makan untuk mencegah mual atau nyeri lambung.

Kapan Waktu Terbaik Minum Obat

Selain hubungan dengan makanan, waktu dalam sehari juga berpengaruh terhadap efektivitas obat:

Pagi hari:
Obat yang bisa mengiritasi kerongkongan (seperti bisfosfonat) dan obat hormonal seperti levothyroxine sebaiknya diminum saat perut kosong di pagi hari.

Malam hari:
Obat penurun kolesterol jenis statin kerja pendek (misalnya simvastatin, pravastatin) lebih efektif diminum malam hari, karena pembentukan kolesterol lebih aktif saat tidur.
Antidepresan juga punya aturan khusus: yang menenangkan (mianserin, mirtazapine) diminum sebelum tidur, sedangkan yang menstimulasi (fluoxetine, sertraline) diminum pagi hari.

Kasus Khusus yang Perlu Diperhatikan

Antibiotik: harus diminum secara teratur agar kadar obat dalam tubuh tetap stabil.

Obat lambung (proton pump inhibitor): diminum 30 menit sebelum makan agar efeknya maksimal.

Obat darah tinggi (antihipertensi): bisa diminum kapan saja sesuai anjuran dokter, namun diuretik (pelancar buang air kecil) sebaiknya diminum pagi hari agar tidak mengganggu tidur.

Aturan Utama: Konsistensi adalah Kunci

Kecuali dokter menyarankan lain, biasakan minum obat pada waktu yang sama setiap hari. Hal ini membantu menjaga kadar obat tetap stabil di dalam tubuh dan meningkatkan efektivitas terapi.

Para ahli juga menegaskan, jangan mengubah waktu atau cara minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Perubahan kecil bisa berdampak besar pada hasil pengobatan.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#efek samping #ahli gizi #Efektivitas #waktu #minum obat