Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Berikan Penurun Panas Populer Ini pada Anak, Berisiko dan Tidak Direkomendasikan

Johan Panjaitan • Senin, 12 Januari 2026 | 09:30 WIB
ILUSTRASI: Seorang anak mengalami demam dan batuk. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Seorang anak mengalami demam dan batuk. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Di tengah maraknya rekomendasi di media sosial, asam mefenamat belakangan disebut-sebut sebagai penurun panas yang dianggap lebih “ampuh” dibanding parasetamol atau ibuprofen. Namun, klaim tersebut justru berbahaya, terutama jika diterapkan pada anak-anak.

Dilansir dari rbc.ukraina, seorang dokter spesialis paru, Oksana Moloda, menegaskan bahwa asam mefenamat tidak aman diberikan kepada anak untuk menurunkan demam, meskipun obat ini dikenal luas dan mudah ditemukan.

Apa Itu Asam Mefenamat?

Asam mefenamat merupakan obat golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim COX-1 dan COX-2, sehingga menekan produksi prostaglandin—zat yang memicu nyeri, peradangan, dan demam.

Secara teori, obat ini memang memiliki tiga efek utama:

- Antipiretik (penurun panas),

- Analgesik (pereda nyeri),

- Anti-inflamasi (penekan peradangan).

Namun, efektivitas tersebut tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan, khususnya pada anak.

Risiko Efek Samping Serius

Menurut Oksana Moloda, asam mefenamat memiliki profil keamanan yang buruk. Efek samping yang sering muncul antara lain:

- Gangguan saluran cerna seperti mual, gastritis, diare, hingga perdarahan lambung,

- Gangguan darah, termasuk anemia dan penurunan jumlah trombosi.

- Kerusakan ginjal, terutama jika digunakan berulang atau dalam jangka panjang.

- Risiko ini jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya sebagai penurun panas.

- Sikap Lembaga Kesehatan Dunia

Sejumlah otoritas kesehatan internasional telah mengambil sikap tegas. American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan asam mefenamat pada anak karena tingkat toksisitasnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun tidak memasukkan obat ini dalam daftar terapi demam untuk anak.

Sebaliknya, parasetamol dan ibuprofen tetap menjadi pilihan utama yang direkomendasikan secara global, selama digunakan sesuai dosis dan aturan yang benar

Demam pada anak bukan alasan untuk mencoba obat yang tidak direkomendasikan. Penggunaan asam mefenamat justru dapat membuka risiko komplikasi serius yang membahayakan kesehatan anak.

Untuk menurunkan demam, orangtua disarankan tetap menggunakan parasetamol atau ibuprofen, mengikuti dosis yang tepat, serta berkonsultasi dengan tenaga medis bila demam tidak kunjung membaik.

Lebih kuat tidak selalu berarti lebih aman. Dalam dunia kesehatan anak, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#dokter #Aman #demam #penurun panas