sumutpos.jawapos.com – Banyak orang yang sedang menjalani program diet memilih nasi merah sebagai pengganti nasi putih. Anggapan yang beredar, nasi merah dinilai lebih sehat dan efektif membantu menurunkan berat badan. Tapi benarkah demikian?
Melansir hello sehat, Jumat (3/4/2026), faktanya, nasi merah memang memiliki sejumlah keunggulan dibanding nasi putih. Namun, bukan berarti nasi putih sepenuhnya “buruk” atau tidak cocok untuk diet.
Perbedaan utama keduanya terletak pada kandungan serat dan indeks glikemik. Nasi merah memiliki serat lebih tinggi karena masih mengandung lapisan bekatul. Kandungan ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan.
Baca Juga: Poligami Disorot di DPR, Komnas Perempuan: RUU HPI Berpotensi Diskriminatif
Selain itu, nasi merah juga memiliki indeks glikemik lebih rendah. Artinya, nasi merah tidak menyebabkan lonjakan gula darah secepat nasi putih, sehingga lebih stabil bagi tubuh, terutama bagi yang sedang mengatur pola makan.
Meski begitu, dari segi kalori, perbedaan antara nasi merah dan nasi putih sebenarnya tidak terlalu jauh. Bahkan dalam kondisi tertentu, nasi merah matang bisa memiliki kalori sedikit lebih tinggi dibanding nasi putih.
Artinya, kunci utama diet bukan hanya pada jenis nasi yang dikonsumsi, tetapi juga pada jumlah porsi dan pola makan secara keseluruhan.
Baca Juga: Andre SH MH: Ada Dugaan Kriminalisasi Tokoh Adat Rantau Kasai
Dengan kata lain, nasi merah memang bisa menjadi pilihan lebih baik untuk diet karena efek kenyangnya lebih lama dan pengaruhnya terhadap gula darah lebih stabil. Namun, nasi putih tetap bisa dikonsumsi selama porsinya terkontrol dan diimbangi dengan pola hidup sehat.
Jadi, bukan soal “mana yang lebih baik”, melainkan bagaimana cara mengonsumsinya secara bijak. (lin)
Editor : Redaksi