Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Mengenal Pagophagia, Dorongan Kuat untuk Terus-menerus Mengunyah Es Batu: Ini Risikonya

Redaksi • Jumat, 29 Mei 2026 | 06:32 WIB
ilustrasi, es batu bagi sebagian orang sangat nikmat untuk dikunyah agau dimakan. (pexels.com)
ilustrasi, es batu bagi sebagian orang sangat nikmat untuk dikunyah agau dimakan. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Mengunyah es batu bagi sebagian orang adalah kenikmatan tersendiri dan nyatanya itu berisiko.

Memang mengunyah es batu begitu menggoda karena sensasi dinginnya terasa menyenangkan. Namun, kebiasaan ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan.

Dan, dalam dunia medis, kebiasaan makan atau mengunyah es batu disebut pagophagia.

Melansir Verywell Health, Kamis (28/5/2026), pagophagia adalah dorongan kuat untuk terus-menerus mengunyah es batu.

Kondisi ini termasuk dalam pica, yakni keinginan makan benda yang tidak bernutrisi seperti tanah atau kertas.

Baca Juga: Ragam Buah dengan Kandungan Gula Tinggi, dari Anggur hingga Jeruk

Artinya,  jika dilakukan terus-menerus dan sulit dikendalikan, kebiasaan ini dapat memicu berbagai risiko kesehatan. 

Berikut beberapa risiko mengunyah es batu yang perlu diwaspadai:

1. Masalah gigi dan mulut
Nengunyah es batu dapat merusak gigi. Risiko yang dapat muncul antara lain gigi retak, nyeri, dan sensitivitas tinggi terhadap dingin. 

Retakan kecil pada enamel yang tidak terlihat dapat berkembang menjadi kerusakan lebih besar.

Baca Juga: Pemkab Labusel Sembelih 56 Hewan Kurban, Daging Dibagikan untuk ASN hingga Masyarakat

Es batu juga bisa merusak tambalan atau crown gigi, membuat bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.

2. Iritasi
Paparan suhu dingin secara terus-menerus dari es batu bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada tenggorokan maupun kerongkongan. 

Pada beberapa kasus, jaringan halus di area tersebut bisa mengalami kerusakan sehingga menimbulkan rasa sakit berkepanjangan.

3. Risiko tersedak
Mengunyah es batu berukuran besar atau tidak dikunyah dengan benar dapat meningkatkan risiko tersedak. 

Baca Juga: Pemkab Labusel Sembelih 56 Hewan Kurban, Daging Dibagikan untuk ASN hingga Masyarakat

Jika es menyumbat saluran napas, situasinya dapat menjadi kondisi darurat yang mengancam jiwa.

4. Masalah pencernaan
Terlalu banyak mengonsumsi es batu juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. 

Suhu yang terlalu dingin bisa memicu kram perut dan rasa tidak nyaman. Anda mungkin mengalami kembung, perut bergas, hingga gangguan pencernaan lainnya.

5. Masalah gizi
Es batu memang membantu hidrasi, tetapi sama sekali tidak mengandung nutrisi. 

Jika Anda sering makan es batu dalam jumlah banyak hingga menggantikan makanan atau minuman bergizi, kondisi ini bisa menyebabkan kekurangan nutrisi.

Baca Juga: PWI Sumut Sembelih 6 Hewan Kurban dari Anggota dan Mitra Kerja

Pada sebagian orang dengan anemia, keinginan kuat mengunyah es batu justru bisa menjadi tanda tubuh kekurangan zat besi. 

6. Komplikasi anemia
Banyak orang dengan anemia defisiensi zat besi memiliki dorongan kuat untuk mengunyah es batu. 

Jika anemia tidak diobati, gejalanya bisa berkembang menjadi komplikasi serius, seperti masalah jantung, komplikasi kehamilan, hingga gangguan perkembangan pada anak.

Kondisi ini juga dapat memperburuk penyakit lain yang sudah ada dan mengganggu efektivitas pengobatan. (lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #es batu #Pagophagia #Pica #anemia