Pasalnya, susu kedelai mengandung protein nabati, isoflavon, serta sejumlah vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Itulah sebab, susu kedelai kian populer sebagai alternatif minuman nabati yang dinilai menyehatkan.
Melansir Verywell Health, Rabu (1/7/2026), susu kedelai disebut dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah, hingga meredakan gejala menopause.
Baca Juga: Hati-Hati, Wortel Jadi Sayuran Paling Tercemar Mikroplastik
Namun, meski begitu, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Berikut sejumlah manfaat susu kedelai bagi kesehatan:
1. Kaya nutrisi
Susu kedelai mengandung berbagai nutrisi penting, seperti protein nabati berkualitas tinggi, kalsium, vitamin D (pada produk fortifikasi), kalium, serta zat besi.
Dalam satu gelas susu kedelai, tubuh dapat memperoleh energi, protein untuk menjaga massa otot, serta mineral yang mendukung kesehatan tulang dan fungsi jantung.
Baca Juga: DPR: Tak Ada Evidence Base, Data BPKN Soal Usia Galon Dipertanyakan
Selain itu, susu kedelai juga bebas laktosa sehingga cocok bagi penderita intoleransi laktosa.
2. Menjaga kadar kolesterol
Kandungan protein kedelai dan isoflavon dalam susu kedelai diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Selain itu, susu kedelai secara alami rendah lemak jenuh dan bebas kolesterol.
Baca Juga: Undercover Buy Ungkap Peredaran Sabu di Binjai
Kombinasi ini membuatnya menjadi pilihan minuman yang lebih ramah bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
3. Menurunkan tekanan darah
Sejumlah penelitian menunjukkan isoflavon dalam kedelai dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Efek ini membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga tekanan darah lebih terkontrol.
Dengan kata lain, konsumsi susu kedelai secara rutin berpotensi membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi.
4. Membantu mengurangi peradangan
Susu kedelai mengandung isoflavon, senyawa alami dari tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan.
Baca Juga: Sengketa Lahan PT Bridgestone dan Kerajaan Nagur Bolag Belum Temui Titik Terang
Senyawa ini berperan menangkal radikal bebas yang dapat memicu peradangan di dalam tubuh.
Isoflavon, seperti genistein, juga diketahui dapat menekan pemicu inflamasi yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Karena itu, konsumsi susu kedelai dinilai berpotensi membantu melindungi tubuh dari risiko peradangan berlebih.
5. Mendukung pengelolaan berat badan
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati yang cukup tinggi.
Protein dikenal mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan kalori harian.
Baca Juga: Pemkab Langkat Perjuangkan Bantuan bagi Korban Banjir yang Belum Terakomodasi
Tak hanya itu, konsumsi protein kedelai juga dikaitkan dengan perbaikan sensitivitas insulin, yang berperan penting dalam pengaturan kadar gula darah dan berat badan.
6. Meredakan gejala menopause
Isoflavon dalam susu kedelai memiliki struktur yang menyerupai hormon estrogen.
Senyawa ini dapat berikatan dengan reseptor estrogen di dalam tubuh.
Efek tersebut dinilai dapat membantu meredakan sejumlah gejala menopause, seperti hot flashes, perubahan suasana hati, kelelahan, hingga penurunan kepadatan tulang.
7. Mendukung kesehatan jantung
Konsumsi makanan berbasis kedelai, termasuk susu kedelai, kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
Isoflavon diduga berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus mengurangi peradangan.
Baca Juga: DNA Comeback Belgia Hidup Lagi, Senegal Dipulangkan Dramatis
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa manfaat ini akan optimal jika didukung dengan pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, serta gaya hidup seimbang.(lin)
Editor : Redaksi