sumutpos.jawapos.com - Ada kalanya orang tua panik ketika anak perempuannya terlambat menstruasi. Padahal, belum datang bulan bukan melulu karena hamil.
Pasalnya, selain hamil, penyebab telat menstruasi bisa karena berbagai faktor. Ada sejumlah kondisi yang menjadi penyebabnya.
Melansir Health, Kamis (3/9/2026) beragam kondisi yang terlalu menguras fisik dan mental nyatanya dapat menyebabkan menstruasi datang tidak teratur.
Baca Juga: Kalangan Ini Harus Kurangi Konsumsi Nasi Putih, Kenapa?
Berikut ini penyebab telat menstruasi selain hamil:
1. Perubahan berat badan
Ketika kadar lemak meningkat, estrogen juga akan bertambah. Hal tersebut berpengaruh pada siklus menstruasi yang menyebabkan haid datang terlambat.
Begitu juga jika seseorang melakukan diet ekstrem. Menurunkan berat badan terlalu cepat juga dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur karena estrogen dibutuhkan untuk membangun lapisan rahim.
2. Stres
Penelitian menunjukkan seseorang dengan tingkat stres tinggi akan mengalami mestruasi yang tidak teratur. Stres juga dapat memengaruhi kesuburan.
Baca Juga: Tak Punya Surat Tanah, Belasan Rumah Korban Angin Kencang Terkendala Bantuan
Selain datang terlambat, menstruasi juga akan terasa lebih menyakitkan dan lebih lama jika orang tersebut mengalami stres tinggi.
3. Terlalu intens berolahraga
Berolahraga secara intensif artinya meningkatkan aktivitas fisik yang sangat keras.
Olahraga terlalu keras dapat memberi tekanan fisik pada tubuh yang akhirnya memberitahukan otak untuk berhenti memproduksi hormon yang mengontrol siklus menstruasi.
Salah satu hormon itu adalah hormon pelepas gonadotropin (GnRH). Hormon ini bertanggung jawab atas pengaturan waktu menstruasi.
Baca Juga: 34 Mahasiswa UINSU Beri Dampak Nyata bagi Warga Lewat KKN di Huta III Dolok Simalungun
Anda dapat mengalami amenore atau berhenti menstruasi jika otak tidak melepaskan GnRH. Gejala amenore juga termasuk sakit kepala dan perubahan penglihatan.
4. Hormon yang berfluktuasi
Hormon tiroid bertanggung jawab atas pengendalian energi tubuh dan memengaruhi banyak organ.
Saat hormon tiroid tinggi atau rendah, hal tersebut berpengaruh pada siklus menstruasi.
Seseorang dengan hipertiroidisme seringkali memiliki siklus haid yang lebih pendek atau sering. Sebaliknya, seseorang dengan hipotiroidisme memiliki siklus menstruasi yang lebih jarang.
5. Paparan pestisida
Pestisida telah terbukti dapat menunda menstruasi. Penelitian telah dilakukan terhadap pekerja yang bekerja ataupun tinggal di lahan pertanian.
Baca Juga: Tren Hidup Sehat Makin Kuat, Industri Alkohol Mulai Kehilangan Peminum Muda
Para peserta melaporkan ketidakteraturan dalam panjang siklus menstruasi mereka. Bahkan, tidak menstruasi selama 90 hari.
6. Kurang tidur
Perempuan yang kurang tidur akan mengalami siklus haid yang tidak teratur.
Kualitas tidur dapat memburuk bagi mereka yang mengalami sindrom pramenstruasi.
Satu studi telah menganalisis data dari 579 peserta mengenai keteraturan siklus menstruasi mereka yang terkait dengan durasi tidur, kualitas, dan kelelahan.
Adapun pendarahan yang lebih berat dan periode menstruasi yang tidak teratur berhubungan dengan depresi, kelelahan, tidur dalam waktu yang lebih singkat, stress dan kualitas tidur yang buruk.
7. Kondisi kesehatan tertentu
Ada sejumlah faktor kondisi kesehatan yang dapat mengganggu kelancaran haid perempuan, seperti gangguan makan.
Pun bisa karena penyakit radang pinggul (PID),sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau gangguan hormonal dan metabolik (PMOS), insufisiensi ovarium primer (POI), serta diabetes yang tidak terkontrol. (lin)
Editor : Redaksi