JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Jahe bukan sekadar bumbu dapur yang membuat masakan lebih harum dan hangat. Rempah yang satu ini juga telah lama digunakan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari karena kandungan senyawa bioaktifnya.
Menambahkan sedikit jahe ke dalam teh, smoothie, sup, atau makanan setiap hari bisa menjadi cara sederhana untuk mengonsumsinya. Setelah rutin selama beberapa minggu, sejumlah manfaat potensial dapat dirasakan, meski respons setiap orang tentu berbeda.
Dilansir dari thedailyjagran, berikut ini sejumlah perubahan yang mungkin berkaitan dengan konsumsi jahe secara rutin.
1. Membantu Meredakan Peradangan
Jahe mengandung senyawa aktif, termasuk gingerol, yang memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan tersebut berpotensi membantu mengurangi proses peradangan dalam tubuh.
Namun, konsumsi jahe bukan pengganti pengobatan untuk kondisi peradangan yang membutuhkan penanganan medis.
2. Membantu Mengatasi Mual
Jahe cukup dikenal karena potensinya dalam membantu meredakan rasa mual. Sejumlah penelitian menemukan manfaat jahe untuk beberapa jenis mual, termasuk mual akibat perjalanan atau kondisi tertentu.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Dukung Putri Hijabfluencer dan Miss Youth Sumut 2026
Karena itu, jahe kerap dikonsumsi dalam bentuk teh atau campuran makanan ketika perut terasa kurang nyaman.
3. Membantu Mengurangi Nyeri Otot
Bagi orang yang mengalami nyeri atau pegal setelah melakukan aktivitas fisik, konsumsi jahe secara rutin berpotensi membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Efeknya tidak selalu sama pada setiap orang dan tidak berarti jahe dapat menggantikan obat pereda nyeri.
4. Mendukung Pencernaan
Jahe juga dapat membantu fungsi pencernaan. Rempah ini diketahui dapat mendukung pergerakan saluran pencernaan sehingga berpotensi membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.
Pada sebagian orang, konsumsi jahe sebagai bagian dari pola makan juga dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar.
5. Berpotensi Membantu Meredakan Nyeri Menstruasi
Nyeri dan kram saat menstruasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jahe berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri menstruasi pada sebagian perempuan.
Baca Juga: Bosan Popcorn? 7 Camilan Rumahan Ini Bikin Movie Night Makin Nagih
Meski demikian, efeknya dapat berbeda-beda dan nyeri menstruasi yang berat atau terus berulang tetap perlu diperiksakan.
6. Membantu Menjaga Kadar Lemak Darah
Konsumsi jahe juga tengah diteliti terkait kadar kolesterol dan trigliserida. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan adanya efek terhadap profil lemak darah.
Namun, hasil penelitian belum berarti bahwa makan jahe setiap hari secara otomatis dapat menurunkan kolesterol. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan tetap menjadi faktor utama.
7. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Kandungan senyawa antioksidan dan antiinflamasi dalam jahe membuat rempah ini berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Namun, jahe bukan obat untuk flu atau infeksi virus dan tidak dapat menggantikan vaksinasi, pola hidup sehat, maupun pengobatan yang diperlukan.
Tak Perlu Berlebihan
Menambahkan sedikit jahe ke dalam makanan atau minuman sehari-hari umumnya lebih praktis dibandingkan mengonsumsinya dalam jumlah besar.
Jahe juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau mulas pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat secara rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi jahe dalam jumlah tinggi.
Baca Juga: Bobby Ingatkan Pendampingan dari Pemerintah pada Siswa yang Diduga Alami Keracunan MBG
Jadi, manfaat jahe lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai solusi tunggal untuk berbagai masalah kesehatan. Dengan porsi yang wajar, rempah sederhana ini dapat menjadi tambahan menarik untuk menu sehari-hari.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan