Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Massa Bawa Keranda Mayat 'Demokrasi' ke DPRD Sumut, Dukung Hak Angket DPR dan Minta Makzulkan Presiden Jokowi

Admin SP • Selasa, 5 Maret 2024 | 18:53 WIB

 

ORASI: Massa berorasi di depan Gedung DPRD Sumut, untuk mendukung dilaksanakannya Angket DPR.
ORASI: Massa berorasi di depan Gedung DPRD Sumut, untuk mendukung dilaksanakannya Angket DPR.


MEDAN, SUMUTPOS.CO - Ratusan orang yang tergabung dalam 'Massa Menggugat Demokrasi' menggelar aksi runjukrasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (5/3/2024).


Pantauan wartawan, massa datang dengan membawa keranda mayat yang bertuliskan 'demokrasi'. Keranda mayat itu dibawa sebagai tanda matinya demokrasi di negeri Indonesia.


Kedatangan massa ke Gedung DPRD Sumut itu sebagai upaya untuk mendukung hak angket DPR sekaligus memakzulkan Presiden Jokowi.


Massa pun tampak mengorasikan dukungan hak angket DPR sebagai harga mati untuk menyelesaikan permasalahan akibat pelaksanaan pemilu yang diduga banyak ketimpangan dan intervensi pemerintah.


"Kami mendukung hak angket yang akan di gelar di DPR sebagai satu jawaban dari seluruh kecurangan yang terjadi akibat intevensi pemerintah di dalam pemilu. Dimana kami tahu, Jokowi ingin berkuasa selamanya di negara Indonesia ini. Kayaknya keluarga jokowi ini keluarga yang agak laen. Yang seakan memaksakan ambisinya menguasai Indonesia lewat keluarganya, terutama lewat Gibran anak sulungnya yang terjadi saat ini," ucap orator dalam aksi tersebut.


Massa mengatakan, jika hak angket membuktikan adanya intervensi Jokowi di dalam pemilu 2024 ini, maka massa juga menuntut agar Jokowi dimakzulkan sebagai presiden Indonesia.


Saat itu, massa tampak meminta bertemu dengan anggota DPRD Sumut. Massa yang mendukung hak angket tersebut masih bertahan di gedung DPRD Sunut meski di bawah guyuran hujan deras.


Alhasil, massa pun diterima Anggota DPRD Sumut, Surahman Sinuraya dari Fraksi Golkar. Dikatakan Edy, pihaknya akan melaporkan kejadian ini sesegera mungkin kepada pimpinannya di pusat, terutama kepada Presiden Jokowi. Namun saat ditanya tentang persetujuan hak angket, Edi berkata bahwa hal itu adalah keputusan dari Ketua Umum Partai.

"Untuk kegiatan bapak-ibu hari ini, kami menerima dan akan menyampaikan kepada pimpinan, terutama Presiden Jokowi. Tetapi kalau bapak ibu bertanya pada saya mendukung hak angket atau tidak, itu dibahas di DPR RI dan itu tergantung keputusan partai dan Ketua Umum (Partai Golkar), Airlangga Hartanto" jawab Edy.


Aksi itu pun ditutup dengan kegiatan doa bersama. Massa pun tampak membubarkan diri dengan tertib, namun keranda mayat yang bertuliskan 'Demokrasi' ditinggalkan oleh massa di depan gedung DPRD Sumut sebagai simbol bahwa massa akan kembali lagi untuk mempertanyakan tuntutannya. (map)

Editor : Redaksi
#presiden jokowi #dprd sumut