Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Peringatan Rob 1–9 Desember: Rico Waas Siapkan Strategi Tanggulangi Ancaman Banjir Rob di Medan Utara

Johan Panjaitan • Minggu, 30 November 2025 | 12:36 WIB

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyiapkan langkah-langkah terbaik guna menghadapi peringatan dini banjir pesisir (Rob) yang telah dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

BMKG memperingatkan, banjir rob akan terjadi di wilayah Medan Utara, khususnya kawasan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan dalam rentang waktu 1 - 9 Desember 2025. Diprediksi, ketinggian banjir rob akan mencapai lebih dari 2,3 meter.

"Untuk peringatan banjir rob, kita telah menyiapkan langkah-langkah yang akan diterapkan apabila banjir rob tersebut memang terjadi," ucap Rico Waas kepada Sumut Pos, Minggu (30/11/2025).

Dikatakan Rico Waas, sebagai langkah awal, Pemko Medan melalui perangkat kewilayahan, yakni kecamatan dan kelurahan telah menginformasikan peringatan banjir rob yang dikeluarkan oleh BMKG kepada seluruh masyarakat Medan Utara, khususnya di Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

"Langkah yang pertama kali kita lakukan adalah menginformasikan hal ini kepada seluruh masyarakat di Medan Utara. Dengan mengetahui, masyarakat bisa mempersiapkan diri dan berhati-hati," ujarnya.

Selanjutnya, Rico Waas memastikan bahwa Pemko Medan akan terus berkoordinasi dengan BMKG terkait peringatan banjir rob tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat sejauh mana rob ini bisa menyebar, mana wilayah yang paling berdampak, setinggi apa banjir robnya di setiap wilayah yang akan terkena, dan lain-lain. Hal ini kita lakukan untuk mempermudah proses penanganan," katanya.

Rico Waas mengatakan, pihaknya membutuhkan informasi yang cepat dari semua pihak, baik dari BMKG terkait prediksi terkini maupun dari perangkat kewilayahan terkait kondisi yang sedang terjadi di lapangan.

Dengan cepatnya informasi yang diterima, Pemko Medan dapat melakukan penanganan secara cepat dan efektif. Misalnya, dengan melakukan evakuasi dini bagi warga pada wilayah yang berpotensi paling berdampak.

Kemudian, Rico Waas juga telah meminta kepada BPBD Kota Medan serta kecamatan dan kelurahan untuk tetap berjaga dan segera membantu warga apabila terjadi kenaikan air.

"Saya telah meminta rekan-rekan kewilayahan agar tetap berjaga, tetap standby. Kami di Pemko Medan tetap standby untuk pelayanan di Medan Utara. Ini yang kita lakukan, sebab yang namanya peristiwa alam tidak bisa kita pastikan seratus persen, jadi kita fokus pada langkah-langkah preventif dan strategi yang akan dilakukan," tuturnya.

Rico Waas juga memastikan bahwa posko bencana yang saat ini berdiri di Medan Utara akibat bencana banjir pada 27 November 2025 yang lalu akan tetap beroperasi dalam menghadapi peringatan banjir rob yang akan terjadi. Apalagi, saat ini Kota Medan masih dalam situasi Tanggap Darurat Bencana hingga 11 Desember 2025.

"Tentunya posko-posko itu akan tetap berdiri dan beroperasi, apalagi wilayah Medan Utara juga masih tergenang akibat banjir di tanggal 27 November kemarin. Saat ini kita juga masih fokus untuk menangani banjir yang belum surut di Medan Utara. Semoga nanti kenaikan air akibat banjir rob ini tidak terlalu tinggi dan bisa surut dengan cepat," pungkasnya.

Seperti diketahui, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini banjir rob di Kota Medan, khususnya di pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Peringatan tersebut berlaku sejak tanggal 1 - 9 Desember 2025.

BMKG menjelaskan, banjir rob akan terjadi akibat adanya aktivitas pasang air laut dan fenomena alam lainnya. Diprediksi, air pasang akan mencapai ketinggian 2,3 hingga 2,7 meter mulai tanggal 1 - 9 Desember 2025 pada Pukul 23.00 hingga 04.00 WIB.

Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Untuk itu, masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob.(map/han)

Editor : Johan Panjaitan
#wali kota medan #banjir rob #bmkg