MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara periode 2025–2030 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026), berubah ricuh. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang terluka, termasuk seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Acara yang semula berlangsung khidmat dalam rangka halal bihalal dan pelantikan pengurus itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara. Namun situasi berubah sesaat setelah rangkaian kegiatan utama selesai.
Kepala Satpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi, menjelaskan bahwa keributan terjadi secara tiba-tiba dan diduga melibatkan peserta dari internal organisasi.
“Awalnya acara berjalan lancar. Setelah Wakil Gubernur meninggalkan lokasi, kami menerima informasi adanya kericuhan. Dugaan sementara merupakan persoalan internal,” ujarnya.
Baca Juga: Akademisi Nilai Kunjungan Presiden ke Gudang Bulog Konfirmasi Efektivitas Sistem Pangan Nasional
Keributan yang pecah di dalam area kantor gubernur tersebut memicu respons cepat aparat. Personel Satpol PP bersama kepolisian dari Polsek Medan Baru segera turun tangan untuk melerai dan mengendalikan situasi agar tidak meluas.
Dalam upaya pembubaran massa, seorang anggota Satpol PP, Rahmat Daulay, mengalami luka akibat pukulan dari pihak yang belum teridentifikasi. Korban sempat mengalami pendarahan di bagian hidung dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, satu anggota KAMMI Sumut juga dilaporkan mengalami luka.
“Kami belum mengetahui pelaku pemukulan karena situasi cukup ricuh. Saat ini korban sudah menjalani perawatan dan visum,” jelas Moettaqien.
Sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan oleh aparat kepolisian untuk dimintai keterangan. Hingga kini, penyebab pasti kericuhan masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Pelari Jepang Taklukkan Sahara dengan Jas, Aksi Nyeleneh di Lomba Paling Brutal Dunia
Moettaqien menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap pengamanan kegiatan dan berharap insiden serupa tidak kembali terjadi. Ia juga mengimbau seluruh organisasi agar memperkuat konsolidasi internal sebelum menggelar kegiatan berskala besar.
“Koordinasi dan kesiapan internal sangat penting agar kegiatan berjalan tertib dan kondusif,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, Abdul Rahim Siregar resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumatera Utara periode 2025–2030. Meski sempat diwarnai kericuhan, agenda utama pelantikan tetap terlaksana, namun meninggalkan catatan penting soal pentingnya pengelolaan dinamika internal organisasi.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan