Sumutpos.jawapos.com-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan dipimpin Maulana Siregar, M.A (ketua), Ibrahim Nainggolan, S.H, M.H (sekretaris) dan Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd (bendahara/rektor UMSU) menggelar tabligh akbar Hari Bermuhammadiyah di Masjid Taqwa Muhammadiyah Jalan Sedia Delitua, Ahad (24/5).
Tausyiah disampaikan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, M.A dengan tema: Idul Adha dan Semangat Dakwah Berkemajuan. Tuan rumah pelaksanaan tabligh akbar tersebut adalah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Titikuning Kedaidurian pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Medanjohor.
Ketua PDM Medan diwakili Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A (wakil ketua yang juga dekan FAI UMSU) mengemukakan bahwa nafas perjalanan Muhammadiyah adalah pengajian. "Hari ini kita mendengarkan kajian dari profesor kita. Kita bangga di PWM Sumut sudah ada beberapa profesor," katanya.
Baca Juga: Sayuran Ini Tetap Tahan Lama tanpa Bantuan Kulkas
Pengajian ini rutin diadakan setiap bulan pada pekan keempat. PDM Medan juga memiliki berbagai program termasuk rumah tahfidz. Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A juga mengingatkan jamaah untuk tidak takut berbuat baik. Karena sesungguhnya kebaikan itu adalah anugerah.
"Muhammadiyah di Medan menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat," kata dekan FAI Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA yang juga pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut dalam tabligh akbar menjabarkan tentang pelaksanaan kurban, Idul Adha dan semangat dakwah berkemajuan. "Kurban tidak hanya menyembelih hewan. Hakekat kurban itu adalah menyembelih sifat hewan dalam diri kita. Buang dia," tegasnya.
Guru besar UIN Sumatera Utara meminta jamaah untuk meneladani Nabi Ismail yakni kepatuhan dan cinta kepada Allah, ikhlas, ketaatan, bakti pada orangtua serta berbuat baik. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan