JAKARTA, Sumutpos.JawaPos.com– Indonesia dan Singapura berhasil mencatat 19 kesepakatan strategis, buah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Di antaranya dalam bidang pertahanan, pengelolaan wilayah udara, penegakan hukum, energi hijau, dan keuangan.
Tiga nota kesepahaman baru juga ditandatangani dalam bidang perdagangan listrik lintas batas, penangkapan karbon, dan zona industri berkelanjutan. Sedangkan di sektor keuangan, kesepakatan diperpanjang antara Monetary Authority of Singapore dan Bank Indonesia selama tiga tahun. Ini lebih panjang dari perpanjangan tahunan sebelumnya.
Prabowo juga mendapatkan kehormatan menamai anggrek hasil persilangan khas Singapura. Presiden ke-8 Indonesia itu memilih nama Paraphalante Dora Sigar Soemitro untuk menghormati ibunda tercinta.
“Saya sangat tersentuh karena diberi kehormatan menominasikan nama ibu saya yang membesarkan saya, anak yang mungkin sulit di masa muda, tapi akhirnya menjadi presiden Indonesia,” ujarnya, dalam konferensi pers bersama di Singapura kemarin (16/6), sebagaimana tercantum dalam keterangan resmi yang diterima Jawa Pos.
Sedangkan Wong mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi ekonomi Indonesia. “Tahun lalu Singapura menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh investasi asing yang direalisasikan di Indonesia. Ini mencerminkan kepercayaan kami terhadap kekuatan ekonomi Indonesia,” katanya.
Lanjutan Lawatan dari Singapura, Prabowo dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Rusia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan tersebut sebagai wujud diplomasi aktif Indonesia.
Di Moskow, Prabowo akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin pada Kamis (19/6) lusa dan menjadi pembicara utama dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 sehari kemudian (20/6).
“Kunjungan ini menunjukkan bahwa Indonesia makin dipandang di mata dunia, di tengah tantangan global yang berkembang,” ujar Teddy. (han/lyn/ttg)