Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Staf KBRI Tewas Ditembak, Menlu RI Desak Investigasi Menyeluruh

Johan Panjaitan • Selasa, 2 September 2025 | 20:35 WIB
Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba, tewas ditembak OTK. (satelitnews.com)
Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba, tewas ditembak OTK. (satelitnews.com)

Sumutpos.jawapos.com-Duka menyelimuti Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia setelah salah satu stafnya, Zetro Leonardo Purba, tewas ditembak orang tak dikenal di Lima, Peru, pada Senin malam, 1 September 2025 waktu setempat. Zetro yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima meninggal setelah ditembak sebanyak tiga kali saat sedang bersama istrinya.

Mengutip laporan dari Siaran televisi 24 Horas Edición Central, insiden tragis ini terjadi hanya beberapa meter dari apartemen tempat tinggal Zetro dan keluarganya di kawasan Avenida Cesar Vallejo, Distrik Lince, Lima.

Dimana saat kejadian itu, korban dan istrinya baru saja pulang dari kantor kedutaan dengan bersepeda, kebiasaan yang dilakukannya setiap hari.

Zetro disergap oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor, dan langsung ditembak tiga kali, salah satunya mengenai bagian kepala. Sang istri, yang menunggu di pintu masuk apartemen, selamat dan kini dalam perlindungan polisi.

Korban sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado, namun tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya karena luka tembak yang terlalu parah.

Komisaris Polisi Distrik Lince, Daniel Eleodoro Guivar Zumaeta, menyebut bahwa ini adalah kasus sicariato (pembunuhan bayaran) pertama di wilayah itu sepanjang 2025.

"Kami belum mengetahui motif atau latar belakang korban dijadikan target. Bisa jadi aksi balas dendam atau ada keterkaitan lain. Berdasarkan rekaman kamera pengawas, pelaku diduga warga negara asing," ujar Komisaris Guivar kepada TVPerú Noticias.

Sebagai respon cepat, Kepolisian Nasional Peru (PNP) mengaktifkan Plan Cerco atau Operasi Pengepungan untuk memperluas wilayah pencarian pelaku. Unit Investigasi Kriminal (SEINCRI) pun dikerahkan guna memeriksa lokasi kejadian dan menganalisis petunjuk lapangan.

Zetro diketahui baru ditugaskan di Peru sejak April 2025, setelah sebelumnya bertugas di KJRI Melbourne, Australia. Ia tinggal di apartemen bersama istri dan dua anaknya.

Tragedi ini langsung direspons cepat oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang menyampaikan duka cita mendalam dan meminta pemerintah Peru untuk segera melakukan investigasi menyeluruh.

“Berbicara dengan Menlu Elmer Schialer dari Peru @CancilleriaPeru untuk menyampaikan permintaan Indonesia  agar dilakukan penyelidikan menyeluruh terkait meninggalnya rekan kami, Bapak Zetro Leonardo Purba @kbrilima,” tulis Menlu Sugiono melalui akun X (Twitter) resminya.

Sugiono juga menyampaikan harapan bahwa Pemerintah Peru akan memberikan perlindungan terbaik bagi staf kedutaan, keluarga korban, dan seluruh WNI di Peru.

Selain itu, Menlu Sugiono langsung menginstruksikan Duta Besar RI di Peru, Ricky Suhendar, untuk memantau perkembangan penyelidikan dari otoritas Peru, memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, mengurus proses pemulangan jenazah ke Indonesia

“Saya harap yang terbaik bisa kita berikan dalam rangka mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Sugiono.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri RI agar tetap waspada dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam menjalankan tugas negara di luar negeri.

“Di mana pun saudara-saudara berada, tetaplah menjadikan faktor keselamatan sebagai sesuatu yang utama di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara,” tegas Sugiono.(bbs/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ditembak #kbri #Staf #peru #otk