Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Study Banding ke Eropa, Delegasi REI Disambut FIABCI-Europe Chapter dan 2000-Watt Smart Cities Association

Juli Rambe • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:30 WIB
BERSAMA: Delegasi REI saat berkunjung ke Eropa dalam rangka study banding. Ini wujud REI sebagai organisasi internasional. (Dok: REI Sumut)
BERSAMA: Delegasi REI saat berkunjung ke Eropa dalam rangka study banding. Ini wujud REI sebagai organisasi internasional. (Dok: REI Sumut)

 

SUMUT POS- Delegasi Real Estate Indonesia (REI) yang diwakili DPD REI Sumatera Utara, Aceh, Banten, dan Sulawesi Selatan melakukan study banding ke Eropa. Hal ini untuk mewujudkan posisi REI sebagak organisasi internasional yang semakin berkembang serta komitmennya untuk memajukan industri properti Indonesia di kancah global.

Misi benchmarking selama 11 hari ke sembilan negara di Eropa Barat ini tidak hanya bertujuan untuk bertukar pengetahuan dan praktik terbaik, tetapi juga memperkuat profil global REI sebagai lembaga yang dinamis dan aktif secara internasional di bawah naungan FIABCI (The International Real Estate Federation).

Ketua DPD REI Sumatera Utara, Rakutta Karo- karo menyatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar study banding. Tetapi sebagai pernyataan REI adalah mitra yang kredibel dan visioner.

“Perjalanan ini lebih dari sekadar studi banding, ini merupakan pernyataan niat untuk memposisikan REI sebagai mitra yang kredibel dan visioner dalam komunitas properti global,” ujar Rakutta Karo-Karo, saat delegasi singgah di Luksemburg (13 Oktober 2025).

Hal senada juga diungkapkan Roni H. Adali, selaku Ketua DPD REI Banten. Dia menyatakan perwakilan REI selalu disambut hangat saat berkunjung.

“Ini adalah pertemuan kedua REI dengan FIABCI Luxembourg. Tahun lalu, REI Banten dan REI Gorontalo disambut hangat oleh Presiden Manuel Rizzo, yang menegaskan kembali komitmen kami untuk membangun kerja sama internasional jangka panjang," ujarnya.

Dalam pertemuan di Luksemburg, berlangsung diskusi yang produktif antara delegasi DPD REI dan Presiden Rizzo. Beliau memandu delegasi mengunjungi salah satu tempat paling bergengsi di kota, yang sering menjadi lokasi penyelenggaraan pertemuan internasional bergengsi. Hal ini menunjukkan simbol keterbukaan FIABCI Luxembourg untuk menjadi tuan rumah acara pertukaran Indonesia–Eropa di masa mendatang.

Kedua pihak mengakhiri pertemuan dengan komitmen bersama untuk memperdalam kerja sama, dengan pertemuan lanjutan yang direncanakan baik di Luksemburg maupun di Indonesia.

Sementara itu di Swiss, delegasi REI disambut FIABCI-SUISSE dan 2000-Watt Smart Cities Association.

Mewakili FIABCI-SUISSE, Thomas H. Henle yang merupakan mantan Presiden dan saat ini Duta 2000-Watt Smart Cities Association, menyampaikan antusiasmenya atas kunjungan delegasi REI. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Vitali Bekker, Presiden FIABCI-SUISSE yang berhalangan hadir secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Henle mempresentasikan Global Charter for Real Estate Professionals bertajuk “Building Better Lives”. 

Piagam ini dikembangkan melalui kerja sama dengan United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat), World Urban Campaign, 2000-Watt Smart Cities Association, serta Chaire Entrepreneuriat Territoire Innovation de l'IAE Paris, Sorbonne Business School. Piagam ini menetapkan tolok ukur bagi industri properti global.

Henle juga memaparkan inisiatif yang sedang berjalan dan kerja sama yang akan datang antara FIABCI-SUISSE, Pemerintah Swiss, dan 2000-Watt Smart Cities Association di bawah naungan UN-Habitat. Salah satu proyek yang disorot adalah Kura-Kura Bali Conservation Center di Denpasar, yang dirancang sebagai pusat ekonomi dan inovasi baru bagi pariwisata berkelanjutan dan industri kreatif.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan simbol persahabatan budaya. 

Merry, perwakilan REI Sumatera Utara, menyerahkan kain ulos Batak tradisional yang melambangkan persatuan dan penghormatan.

Sementara itu, Rita N. Roosly, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pariwisata DPP REI sekaligus Ketua Delegasi, menyatakan ada tantangan dalam kegiatan study banding kali ini. Di mana, menjelajah sembilan negara dalam waktu sebelas hari. 

“Namun pengalaman ini sangat berharga. Wawasan yang diperoleh, kemitraan yang terjalin, serta semangat kebersamaan yang tercipta akan memberikan dampak jangka panjang bagi seluruh peserta dan organisasi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Keberhasilan misi ini semakin menegaskan komitmen REI untuk membangun jembatan antara Indonesia dan Eropa, mendorong pertukaran pengetahuan, serta memajukan pengembangan properti berkelanjutan yang selaras dengan standar dan kemitraan internasional. (rel/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#REI Study Banding ke Eropa #Rei #REI Sumut