Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tenda untuk Wukuf Sudah 90 Persen

Johan Panjaitan • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:48 WIB

 

FASILITAS WUKUF: Ratusan bed sudah terpasang di tenda jamaah haji Indonesia di Arafah. Hingga Rabu (13/5), persiapan fasilitas untuk wukuf di Arafah sudah 90 persen. ( BAYU PUTRA/JAWAPOS.COM/MCH 2026)
FASILITAS WUKUF: Ratusan bed sudah terpasang di tenda jamaah haji Indonesia di Arafah. Hingga Rabu (13/5), persiapan fasilitas untuk wukuf di Arafah sudah 90 persen. ( BAYU PUTRA/JAWAPOS.COM/MCH 2026)

 

MAKKAH, Sumutpos.jawapos.com- Jajaran petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi Kembali mengecek persiapan fasilitas wukuf bagi jamaah haji Indonesia di Arafah. Tenda-tenda jamaah haji Indonesia berada di sisi utara padang Arafah, dekat dengan akses menuju Muzdalifah.

Saat JawaPos.com bersama tim Media Center Haji menengok tenda-tenda tersebut, Rabu (13/5) sore Waktu Arab Saudi (WAS), terlihat penyiapan fasilitas di Arafah sudah hampir tuntas. Di sejumlah tenda sudah tersedia ratusan kasur kecil berukuran 50x170 cm untuk digunakan jamaah beristirahat maupun berzikir dan berdoa saat wukuf.

Di dalam tenda-tenda itu juga tersedia sejumlah AC berukuran besar untuk menyejukkan ruangan yang nantinya akan penuh dengan jamaah haji. Begitu pula dengan fasilitas toilet maupun tempat wudhu yang disediakan di sejumlah titik di antara tenda-tenda jamaah haji.

Air di toilet maupun tempat wudhunya sudah mengalir dan cukup deras, sehingga bisa langsung dipakai. Tersedia pula toilet disabilitas dengan jalur khusus untuk kursi roda. Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan menjelaskan, tenda-tenda di Arafah sudah hampir siap untuk digunakan jamaah.

“Dapat dikatakan mungkin 90% lebih ya (kesiapannya). Tapi kita pastikan besok hari Sabtu (16/5). Karena kita harus memastikan bahwa setiap jamaah kapasitas tenda itu cukup untuk seluruh jamaah,” terangnya usai peninjauan.

Baca Juga: Universitas Murni Teguh Wisuda 148 Lulusan Profesi Ners, Sarjana Keperawatan dan Ahli Madya Kebidanan

Luas rata-rata tenda jamaah haji Indonesia di Arafah sekitar 300 meter persegi. Dengan luas tersebut, ada sekitar 238 bed yang dipasang untuk jamaah haji Indonesia. “Nanti di tiap-tiap tenda itu ada keterangan kapasitas jamaah, dan juga nanti akan kita tempel daftar kloter dan sekaligus daftar jamaah,” jelasnya.

Kapasitas tenda bisa bervariasi tergantung ukurannya. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh jamaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah, dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang, khidmat,” lanjut Ian.

Dengn kapasitas tersebut, satu kloter bisa menempati sekitar 1,5 tenda. Artinya, ada tenda yang hanya diisi jamaah satu kloter, ada pula yang berisi dua kloter gabungan.

 Sebab, satu kloter umumnya berisi 360-440 jamaah haji. Sehingga pasti ada Sebagian jamaah yang digabung, alias dua kloter menempati tiga tenda.

Ian memastikan pemisahan tenda kloter tidak akan terlalu jauh, bahkan diupayakan bersebelahan. Sehingga bila ada anggota keluarga yang harus terpisah tenda, tidak perlu jauh-jauh untuk bertemu. Selain tenda, Ian juga mengecek ulang persiapan fasilitas transportasi di Arafah. Terutama untuk mendukung pergerakan jamaaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina.

Baca Juga: KONI Sumut Beri Motivasi Atlet Panahan

Pihaknya sudah meminta kepada syarikah untuk memastikan bahwa kapasitas bus taraduddi untuk membawa jamaah haji dari Arafah ke Muzdalifah benar-benar sesuai ketentuan, yakni maksimal 47 jamah per bus. Ian menuturkan, tenda-tenda jamaah haji Indonesia di Arafah tergabung dalam 61 markaz. Setiap markaz memiliki koordinator yang dibantu tim pengawas. Mulai pengawas transportasi, konsumsi, dan para pendukungnya.

Juga ada masyair yang mengkomunikasikan antara PPIH dengan syarikah, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan. Secara khusus, PPIH juga sudah melatih sekitar 20 orang untuk memitigasi kalau-kalau ada jamaah haji yang nekat pergi ke Jabal Rahmah saat wukuf.

Mereka akan berupaya mencegah jamaah haji Indonesia agar tidak pergi ke Jabal Rahmah. Sebab, jarak antara batas terluar wilayah tenda jamaah haji Indonesia dengan Jabal Rahmah berkisar 2 kilometer.

Dikhawatirkan, jamaah Indonesia bisa hilang di antara jutaan jamaah lain dari  berbagai negara bila nekat berbaur di Jabal Rahmah. “Insya Allah jamaah haji kita pada tahun ini mudah-mudahan dapat melaksanakan prosesi wukuf dengan tenang, nyaman dan beribadah dengan khusyuk,” imbuhnya.

Jamaah Diimbau Bijak Atur Aktivitas

Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia untuk mulai mengatur aktivitas secara bijak dan menjaga kondisi tubuh menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan optimal.

Baca Juga: Lansia yang Sempat Tertahan di RSUD Amri Tambunan Meninggal Dunia di Panti Sosial

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jamaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Memasuki hari ke-24 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh layanan jamaah Indonesia berjalan lancar. Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jamaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jamaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak secara bertahap dari Madinah. Untuk kedatangan jamaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat sebanyak 120 kloter dengan 45.914 jamaah dan 481 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 10.535 jamaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Maria menjelaskan bahwa PPIH Arab Saudi saat ini terus mematangkan kesiapan layanan puncak haji melalui Satuan Operasi Armuzna, termasuk kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi jamaah. “Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jamaah berjalan lancar saat puncak haji,” jelasnya.

Selain itu, PPIH Arab Saudi juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jamaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina. Kemenhaj mengingatkan jamaah agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Jamaah juga diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi dan kelelahan.

Baca Juga: Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Mentan Amran :  Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jamaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria.

Khusus bagi jamaah lansia, disabilitas, dan jamaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan. Petugas kesehatan haji Indonesia hingga saat ini terus melakukan pemantauan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada jamaah di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.

Kemenhaj juga mengimbau jamaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker apabila diperlukan saat beraktivitas di luar hotel guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas. (jpc/adz)

Editor : Johan Panjaitan
#arafah #jemaah haji #Tenda biru ajibatà #ppih #indonesia