SUMUT POS- Dunia pendidikan Indonesia kembali mendapatkan berita menyedihkan. Bagaimana tidak, kali ini dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Bahkan, detik- detik terjadinya terekam dalam video amatir yang berseliweran di media sosial.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena sebagian besar siswa sedang melaksanakan Salat Zuhur berjamaah.
Baca Juga: Taiwan Tourism Berikan Cashback untuk Travel Agent di Sumatera Utara
Detik-detik ambruknya ruang kelas itu terekam video amatir dan beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat para siswa panik berlarian menyelamatkan diri ketika atap dan material bangunan tiba-tiba runtuh.
Beberapa siswa bahkan sempat tertimpa reruntuhan bangunan sekolah. Namun, para siswa yang berada di lokasi hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Saat kejadian berlangsung, sebagian besar siswa diketahui sedang berada di luar kelas untuk melaksanakan Salat Zuhur berjamaah. Hanya lima siswa yang berada di dalam ruangan ketika bangunan ambruk.
Empat siswa berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum bangunan runtuh. Sementara satu siswa sempat dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani observasi setelah mengeluhkan pusing akibat insiden tersebut.
Kepala SMAN 7 Mataram Ridha Rosalina, mengatakan bangunan yang ambruk tersebut dibangun pada 2006 dari swadaya orang tua siswa.
Menurut Ridha, sebelum kejadian kondisi gedung masih terlihat baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang membahayakan.
“Bangunan ini dibangun tahun 2006 dari swadaya wali murid dan sebelumnya tidak ada tanda-tanda kerusakan,” ujar Ridha.
Pascakejadian, pihak sekolah langsung menutup sementara tiga ruangan yang berada dalam satu struktur bangunan, termasuk perpustakaan, demi menjaga keselamatan siswa dan guru. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe