Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Makroekonomi dan Investasi Properti di Kota Medan: Peluang dan Tantangan

Redaksi Sumutpos.co • Kamis, 26 Desember 2024 | 19:57 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penulis : Aulia Wibowo, ST & Prof. Dr. Elisabet Siahaan, SE., M.Ec

Kota Medan sebagai pusat perekonomian Sumatera Utara, terus menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian nasional.

Dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah barat Indonesia, Medan menawarkan potensi besar di sektor properti yang erat kaitannya dengan dinamika makroekonomi kota ini. Tahun 2024 sebentar lagi akan berakhir dan saat ini menjadi penting untuk menganalisis hubungan antara makroekonomi dan investasi properti di Medan untuk menjadikannya gamabaran tentang peluang sekaligus tantangan yang bisa digunakan untuk tahun 2025 mendatang.

Medan mencatat pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan angka mencapai 5,20% (year-on-year) pada Kuartal III 2024, lebih tinggi di atas rata-rata nasional yang berada diposisi 4,95%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan, sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi sekitar 26,64%.

Diikuti oleh sektor konstruksi (18,60%) dan industri pengolahan (14,07%), sektor-sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi kota.

Inflasi di Kota Medan pada November 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy), angka yang terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi, sementara sektor transportasi justru mencatat deflasi sebesar -0,09% berkat kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga bahan bakar, perbaikan sistem logistic dan pemanfaatan transportasi umum ramah lingkungan.

Stabilitas inflasi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan daya beli, yang menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan sektor properti.

Sektor properti di Kota Medan menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, investasi di sektor properti menyumbang lebih dari 20% dari total investasi kota pada 2023.

Kawasan-kawasan strategis seperti Jalan Ringroad, Kesawan, dan Deli Tua terus menjadi pusat perhatian bagi pengembang properti nasional dan internasional.

Stabilitas ekonomi di Kota Medan menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan sektor properti. Ketika ekonomi tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat, dan daya beli pun bertambah.

Inflasi yang terkendali memberikan kepastian bagi konsumen untuk berinvestasi, baik dalam bentuk pembelian rumah pertama maupun investasi properti untuk tujuan komersial.

Selain itu, suku bunga yang stabil memainkan peran penting dalam mendukung pembiayaan properti. Bank Indonesia, melalui kebijakan moneter yang akomodatif, memberikan ruang bagi perbankan untuk menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga kompetitif. Hal ini membuat pembelian properti menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Namun, sektor properti juga sensitif terhadap dinamika ekonomi global. Fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian ekonomi dunia dapat memengaruhi minat investasi di sektor ini.

Misalnya, penurunan harga komoditas ekspor utama Sumatera Utara seperti kelapa sawit dapat berdampak pada daya beli masyarakat kelas atas yang menjadi target pasar utama properti premium di Medan.

Permintaan akan hunian, terutama rumah tapak, meningkat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah di Medan. Selain itu, sektor komersial, seperti pusat perbelanjaan dan tempat usaha, juga mengalami lonjakan permintaan.

Hal ini tidak terlepas dari peran Medan sebagai kota perdagangan yang aktif dengan potensi besar dalam menarik pelaku usaha lokal maupun global.

Infrastruktur yang semakin berkembang, seperti pembangunan jalan tol dan revitlaisasi lapangan merdeka, turut mendukung perkembangan sektor properti. Aksesibilitas yang lebih baik meningkatkan nilai investasi properti di sekitar kawasan tersebut.

Kawasan-kawasan strategis seperti wilayah Ringroad, Jalan Setiabudi, dan Johor menjadi magnet bagi pembangunan properti baru, baik residensial maupun komersial.

Pengembangan pusat bisnis baru di sekitar kawasan ini menjadi bukti meningkatnya permintaan ruang usaha, didorong oleh berkembangnya sektor perdagangan dan jasa.
Meskipun memiliki prospek cerah, sektor properti di Medan tidak luput dari tantangan. Ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah membuat perkembangan properti terkonsentrasi di kawasan tertentu saja, seperti pusat kota dan wilayah pinggiran strategis.

Kawasan seperti Belawan dan Medan bagian utara masih membutuhkan perhatian lebih untuk menarik investasi properti.

Selain itu, regulasi yang berbelit-belit sering menjadi kendala bagi pengembang. Proses perizinan yang memakan waktu dapat menghambat realisasi proyek properti, terutama di kawasan yang memiliki potensi besar namun minim infrastruktur pendukung.

Masalah perizinan dan regulasi ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kota Medan, karena seringkali hal ini menjadi ganjalan bagi investor yang akan melakukan Pembangunan di Kota Medan sehingga banyak proyek properti yang tidak berjalan.

Baca Juga: Inalum Perkuat Peran dalam Pemenuhan Aluminium untuk Indonesia

Oknum yang sering mempersulit perizinan dan regulasi untuk mendapatkan keuntungan harus bisa dibersihkan dari lingkungan Pemerintah Kota Medan demi Pembangunan Kota Medan yang lebih baik.

Hubungan erat antara makroekonomi dan sektor properti di Kota Medan mencerminkan dinamika yang saling memengaruhi. Dengan stabilitas ekonomi, inflasi terkendali, dan pertumbuhan infrastruktur yang pesat, Medan memiliki peluang besar untuk menjadi pusat investasi properti terkemuka di Indonesia bagian barat khususnya pulau sumatera.

Namun, keberhasilan ini memerlukan kerja sama antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Medan perlu terus mendukung sektor properti melalui kebijakan yang ramah investasi dan pembangunan infrastruktur yang merata. Dengan strategi yang tepat, Medan tidak hanya dapat meningkatkan daya tariknya sebagai kota investasi properti, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi yang luas bagi seluruh Masyarakat kota Medan.

Penulis adalah Mahasiswa dan Dosen Program Studi Magister Manajemen Properti dan Penilaian Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

 

Editor : Redaksi
#investasi properti