Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Debat Pertama Calon Wali Kota Tebingtinggi, Ketiga Paslon Beberkan Visi dan Misi

Johan Panjaitan • Senin, 21 Oktober 2024 | 12:58 WIB
DEBAT: KPU Kota Tebingtinggi menggelar debat pertama, tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota memaparkan visi dan misi serta tanya jawab.(SOPIAN/SUMUT POS)
DEBAT: KPU Kota Tebingtinggi menggelar debat pertama, tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota memaparkan visi dan misi serta tanya jawab.(SOPIAN/SUMUT POS)

TEBINTINGGI, SUMUTPOS.CO - Debat pertama tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota peserta Pilkada Kota Tebingtinggi tahun 2024 yang diselenggarakan di Gedung Convention Center Balai Kartini di Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Sabtu (19/10) sore, Bawaslu Kota Tebingtinggi akan melayangkan surat imbauan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi atas pelaksanaan kegiatan debat tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kota Tebingtinggi Elfian Coki, Divisi Pencegahan dan Parmas menyatakan bahwa pihak Bawaslu akan mengimbau KPU Kota Tebingtinggi dalam pelaksanaan debat kedua calon Wali Kota dan Waki Wali Kota Tebingtinggi.

"Sejauh ini dari amatan Bawaslu pada pelaksanaan debat pertama belum ada pelanggaran yang dilakukan Paslon atau pendukung Paslon saat pelaksanaan debat, namun Bawaslu akan tetap mempelajari dan nantinya akan memberikan himbauan pada debat kedua sesuai dengan tata tertib yang ditetapkan oleh KPU," jelas Coki.

Dari amatan di lokasi Gedung Balai Kartini pelaksanaan debat tiga paslon sedikit riuh, dimana ada pendukung Paslon yang melebihi kapasitas yang ditetapkan KPU sebanyak 80 orang namun melebihi jumlahnya, terus dalam pelaksanaan debat, pendukung paslon tidak bisa diam, sehingga panitia menertibkan mereka.

Sebelum pembukaan debat, Ketua KPU Kota Tebingtinggi Emil Sofyan mengatakan bahwa debat akan dilakukan tiga kali dan debat ini merupakan debat pertama calon pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebanyak tiga paslon.

"Disinilah pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota memaparkan visi dan misinya kedepan dan debat ini diatur agar dapat berjalan elegan serta kondusif. Mampu menjadi silaturahmi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menjalin persaudaraan walaupun ada perbedaan dalam politik tetapi kita tetap saudara," paparnya.

Panelis yang memberikan pertanyaan kepada paslon adalah beberapa dosen, diantaranya dari UNIMED, Dosen UINSU dan Dosen USU.

Dalam pemaparannya, Paslon nomor urut 1, Oki Doni Siregar dan Riski Ramadhan Hasibuan (ORI) menjelaskan bahwa visi dan misi untuk mensejahterakan masyarakat untuk Tebingtinggi maju, dijelaskan karena Kota Tebingtinggi dihimpit proyek strategis nasional, seperti Jalan Tol Tebingtinggi Kisaran dan Tebingtinggi Pematang Siantar, maka Kota Tebingtinggi tidak akan disinggahi, tetapi pasangan ORI Kedepannya akan membuat Kota Tebingtinggi sebagai kota tujuan dan tetap orang akan singgah di Kota Tebingtinggi.

"Bidang kesehatan, ORI juga akan meningkatkan pelayanan kesehatan, agar orang mau datang ke Tebingtinggi, begitu juga bidang pendidikan, pasangan ORI akan membuat lebih baik lagi pendidikan di Kota Tebingtinggi sehingga nantinya akan menjadi tujuan orang belajar di Kota Tebingtinggi dan program lainnya yang langsung menyentuh kepada masyarakat untuk kebangkitan ekonomi kemasyarakatan," papar Oki Doni Siregar.

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Basyaruddin Nasution bersama Wakilnya, Erlis Apriyanti menjelaskan visi dan misinya dengan adanya jalan tol Kota Tebingtinggi harus punya keunggulan tersendiri, melaju lebih maju, lebih sejahtera, lebih unggul dan lebih dinamis, disisi lain, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

"Kota Tebingtinggi kedepan harus nyaman kita tinggalin untuk usaha, mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi dan menjawab tantangan masyarakat," paparnya.

Pasangan nomor urut 3, Iman Irdian Saragih dan Chairil Mukmin Tambunan menyebut visi dan misi harus sesuai dengan Permendagri, kedepan maju kotanya dan religius, meningkatkan kesehatan bagi masyarakat sampai di tingkat lingkungan, jangan ada masyarakat kita tidak sekolah, perekonomian kedepan harus mendorong pelaku UMKM.

"Kedepannya, kita harus membangun sumber daya manusia yang ada, jalan rusak tidak ada lagi di Kota Tebingtinggi dan menerapkan ASN lebih baik melayani masyarakat," ujarnya. (ian/han)

Editor : Redaksi
#Debat Calon Wali Kota Tebingtinggi