Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ricuh Usai Peluit Panjang: Ofisial Dikeroyok Massa, Laga TRIPLE NINE FC vs SALIHA FC Berakhir Dramatis

Johan Panjaitan • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:45 WIB
Personel  Polsek Sosa, Polres Padang Lawas mengamankan seseorang Official yang menjadi amukan massa  seporter. (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Personel Polsek Sosa, Polres Padang Lawas mengamankan seseorang Official yang menjadi amukan massa seporter. (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com– Atmosfer panas yang menyelimuti laga babak 16 besar Open Turnamen Cup I Desa Pasar Ujungbatu Sosa berubah menjadi kekacauan. Pertandingan antara TRIPLE NINE FC melawan SALIHA FC yang berlangsung sengit pada Sabtu (9/5/2026) berakhir ricuh usai peluit panjang dibunyikan wasit.

TRIPLE NINE FC memastikan kemenangan tipis 1-0. Namun hasil akhir itu justru memantik ledakan emosi di pinggir lapangan hingga berujung aksi anarkis yang menyeret panitia pertandingan menjadi korban pengeroyokan.

Ketegangan sebenarnya mulai terasa sejak pertandingan memasuki menit ke-85. Sejumlah pendukung SALIHA FC diduga mulai meluapkan kekecewaan dengan melempar botol air mineral ke area lapangan.

Situasi sempat memanas akibat adu mulut antar suporter. Beruntung, aparat pengamanan yang berjaga sigap meredam ketegangan sehingga pertandingan dapat dilanjutkan hingga selesai.

Baca Juga: Sidang Korupsi Proyek Jalan Binjai, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ulang Ahli

Namun suasana berubah drastis sesaat setelah laga berakhir.

Massa pendukung yang kecewa diduga melampiaskan amarah dengan merusak papan baliho pembatas lapangan sambil meneriakkan provokasi ke arah panitia penyelenggara.

Insiden kemudian memuncak ketika salah seorang panitia, Afrizal Dana Daulay, merespons teriakan massa dengan ucapan singkat, “Mangua?” atau “Kenapa?”. Ucapan itu diduga memicu kemarahan yang lebih besar.

Sekitar 30 orang massa disebut langsung mengejar Afrizal. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar lapangan, namun amukan massa tak terbendung.

Korban akhirnya terjatuh setelah dikepung dan diduga dipukuli secara membabi buta di tengah situasi yang kacau.

Personel keamanan yang berada di lokasi bergerak cepat membubarkan kerumunan dan mengevakuasi korban dari kepungan massa. Afrizal yang mengalami luka-luka kemudian dilarikan ke Puskesmas Desa Pasar Ujungbatu untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: 8 Hakim Disanksi MA, PN Medan Siap Tindak Lanjuti

Kapolsek Sosa, Eko Edy Ranto melalui Kanit Intel Polsek Sosa, Anwar Siregar menyampaikan bahwa situasi berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.45 WIB.

Massa perlahan membubarkan diri, sementara tim dan penonton meninggalkan lokasi di bawah pengawalan aparat keamanan.

Akibat kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas pertandingan mengalami kerusakan, termasuk papan baliho pembatas lapangan yang tampak hancur di beberapa bagian.

Insiden ini menjadi catatan serius bagi penyelenggara turnamen sepak bola rakyat yang selama ini menjadi hiburan masyarakat. Semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi justru tercoreng oleh aksi emosional yang berujung kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, panitia bersama aparat keamanan masih melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah insiden serupa terulang pada pertandingan berikutnya.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#oficial #peluit