Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Trio Maut Prancis Siap Hancurkan Mimpi Swedia

Johan Panjaitan • Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB
 Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise punya andil menjadikan Prancis sebagai salah satu tim paling produktif di fase grup Piala Dunia 2026. (Gpt AI)
Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise punya andil menjadikan Prancis sebagai salah satu tim paling produktif di fase grup Piala Dunia 2026. (Gpt AI)

 

EAST RUTHERFORD, Sumutpos.jawapos.com – Prancis datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri yang nyaris sempurna. Les Bleus menyapu bersih tiga laga fase grup, mencetak 10 gol, dan menegaskan diri sebagai salah satu tim paling produktif di turnamen.

Sebaliknya, Swedia melangkah ke fase gugur dengan pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan. Blågult telah kebobolan tujuh gol—jumlah terbanyak di antara seluruh tim yang lolos ke babak 32 besar bersama Norwegia dan Aljazair.

Kontras performa itu menjadi latar duel kedua tim di MetLife Stadium, East Rutherford, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 04.00 WIB). Di atas kertas, Prancis lebih diunggulkan. Namun, Swedia berharap mampu menghadirkan kejutan.

Trio Maut Belum Mencapai Puncak

Yang membuat Prancis semakin mengerikan adalah lini serangnya diyakini belum menunjukkan kemampuan maksimal.

Baca Juga: Disdik Labura Tegaskan Pendidikan Dimulai dari Keluarga dan Budaya

Sepanjang fase grup, trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise belum pernah tampil sama-sama dalam performa terbaik pada satu pertandingan.

Saat Olise menjadi motor kemenangan atas Senegal (17/6), Dembele belum terlalu menonjol. Ketika Dembele mengamuk dengan hat-trick ke gawang Norwegia (27/6), giliran kontribusi Olise meredup.

Sementara itu, Mbappe menjadi sosok paling konsisten. Kapten Prancis tersebut mencetak masing-masing dua gol saat menghadapi Senegal dan Iraq, serta menyumbang dua assist ketika Les Bleus membungkam Norwegia.

Kombinasi ketiganya dinilai hanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar meledak.

Legenda Swedia Zlatan Ibrahimovic, yang kini menjadi pandit Piala Dunia 2026 untuk Fox Sports, mengakui kualitas lini depan Prancis.

"Tim ini komplet. Pemahaman mereka di lini depan cukup menakutkan karena mereka bermain sebagai satu kesatuan."

Baca Juga: Polres Batubara Ungkap 5 Kasus dalam Dua Hari, Enam Pelaku Narkoba Dibekuk

Swedia Kehilangan Pilar Bertahan

Jika lini depan menjadi kekuatan utama Prancis, pertahanan justru menjadi titik lemah Swedia.

Kerentanan itu tampak jelas saat Blågult dibantai Belanda 1-5 pada fase grup. Tiga gol pertama lahir melalui umpan silang mendatar yang gagal diantisipasi para pemain belakang.

Situasi semakin berat setelah bek tengah Isak Hien dipastikan mengakhiri Piala Dunia lebih cepat akibat cedera hamstring yang dialaminya saat menghadapi Jepang (26/6).

Kehilangan pemain bertahan andalan membuat tugas Swedia meredam kecepatan Mbappe dan kreativitas Dembele menjadi jauh lebih sulit.

Meski demikian, asisten pelatih Sebastian Larsson belum kehilangan optimisme.

Mantan gelandang yang pernah mencetak gol saat Swedia menaklukkan Prancis 2-0 di Euro 2012 itu percaya sejarah menunjukkan negaranya beberapa kali mampu menjegal tim-tim unggulan.

"Kalau melihat ke belakang, kami pernah menyingkirkan tim yang lebih besar, meski kali ini lawannya Prancis," ujarnya kepada Reuters.

Namun, untuk mewujudkan kejutan tersebut, Blågult harus tampil jauh lebih disiplin dibandingkan sepanjang fase grup. Sebab, satu saja celah di lini belakang bisa langsung dihukum oleh trio maut Les Bleus yang kini mulai menemukan ritme terbaiknya.(jpg/han)

Prakiraan Pemain:

PRANCIS (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Hernandez; Tchouameni, Rabiot; Olise, Dembele, Doue; Mbappe

Pelatih: Didier Deschamps

SWEDIA (3-4-3): Zetterstrom (g); 2-Lagerbielke, 3Lindelof (c), 5-Gudmundsson; 21Bernhardsson, 7-Bergvall, 18-Ayari, 24Stroud; 11-Elanga, 17-Gyokeres, 9-Isak Pelatih: Didier Deschamps Pelatih: Graham Potter

Editor : Johan Panjaitan
#dembele #piala dunia #mbappe #swedia #prancis