MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum bersama lebih 400 jamaah mengadakan kegiatan buka puasa bersama di di Masjid Ar-Rojaa' Medan, Jumat (6/3). Kegiatan ini digelar Ikatan Abiturient Yaspendhar bersama BKM Masjid Ar-Rojaa'.
Dalam kegiatan di masjid Kampus II Yaspendhar Jalan Karya Wisata Ujung Medan ini dilaksanakan salat Maghrib, Isya dan Tarawih berjamaah. Selanjutnya dilaksanakan kegiatan kajian spesial Nuzulul Quran dengan penceramah Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, M.A.
Ketua Umum Ikatan Abiturient Yaspendhar yang juga Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum disambut antusias para jamaah. Turut mendampingi tokoh yang akrab disapa Ijeck antara lain Muslim (sekretaris Ikatan Abiturient Yaspendhar), H. Fauzi Nasution (ketua BKM Masjid Ar-Rojaa'), H. Herutony Hardjanto, S.E (wakil ketua BKM Masjid Ar-Rojaa', Kabid Kewirausahaan Ikatan Abiturient Yaspendhar dan ketua PBVSI Sumut).
Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan ketua Pemuda Pancasila (PP) Sumut mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kiranya dapat meningkatkan ketaqwaan dan mempererat silaturahim," harapnya.
H. Herutony Hardjanto, S.E berterima kasih atas dukungan dan kehadiran Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum bersama keluarga besar Ikatan Abiturient Yaspendhar pada kegiatan buka puasa dan kajian spesial Nuzulul Quran.
Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, M.A yang juga rektor Universitas Dharmawangsa dalam tausiyahnya mengisahkan sejarah turunnya Al-Quran yang berlangsung secara berangsur-angsur. Ia menegaskan Al-Quran merupakan pedoman hidup manusia.
Melalui peringatan Nuzulul Quran, lanjut Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, M.A harus dapat meningkatkan ketaqwaan dan peningkatan kualitas hidup manusia yang lebih baik. Hal ini diraih apabila kita mampu mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebutkan Al-Quran diturunkan melalui tiga proses. Inzal: Al Quran diturunkan dari lauhul Mahfuz ke langit dunia secara sekaligus, Tanzil: Al Quran diturunkan dari langit dunia kepada Rasulullah secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun dan Tanazzul: Al-Qur'an turun ke dalam hati para pembaca dan penyimak tatkala dibaca atau diperdengarkan.
Problem umat Islam masa kini pada konteks tanazzul, sebut Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, M.A, karena tanpa tadabbur, Al-Quran sekedar dibaca untuk dapat pahala. Namun jauh dari implementasi dalam kehidupan nyata.
"Ramadan bukan sekedar momentum memperbanyak membaca Al Quran tetapi juga waktu terbaik menanamkan kebiasaan tadabbur Al Quran untuk ditindaklanjuti di bulan pasca ramadhan," kata rektor Universitas Dharmawangsa. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan