Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kabupaten Nias Barat akan Miliki Rumah Sakit Pratama

Juli Rambe • Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:30 WIB
PRATAMA: Menteri Kesehatan RI, Budi Sadikin saat menghadiri seremoni peletakkan batu pertama RS Pratama di Nias Barat. (Dok: Diskominfo Nias Barat)
PRATAMA: Menteri Kesehatan RI, Budi Sadikin saat menghadiri seremoni peletakkan batu pertama RS Pratama di Nias Barat. (Dok: Diskominfo Nias Barat)

 

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO– Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rumah Sakit Pratama, di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Jumat (11/7/2025).

Kehadiran Menkes RI menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan layanan kesehatan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), khususnya Kabupaten Nias Barat. Dalam sambutannya, Menkes menekankan pentingnya kehadiran fasilitas layanan kesehatan primer dan rujukan agar masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah seperti Gunungsitoli atau Medan.

“Kita harapkan RS Pratama ini dapat menangani penyakit stroke, jantung, ginjal (hemodialisis), kanker, serta penyakit ibu dan anak. Fasilitasnya akan dilengkapi dengan alat mamografi, laboratorium patologi anatomi, dan kemoterapi,” ujar Menkes.

Lebih lanjut, Menkes menyoroti pentingnya tata kelola rumah sakit yang baik, serta pemenuhan dokter spesialis minimal 9 orang. Ia bahkan menyarankan pendekatan lokal, seperti menjodohkan dokter dengan warga setempat, agar bersedia mengabdi di daerah tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara dalam sambutan tertulis Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran RS Pratama merupakan solusi konkret atas keterbatasan layanan kesehatan di Kepulauan Nias khususnya di Nia Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan atas perhatian luar biasa terhadap pengembangan layanan kesehatan di Kepulauan Nias. Pemprov Sumut berkomitmen mendukung SDM kesehatan, termasuk pembiayaan pendidikan spesialis bagi putra-putri daerah,” ungkap Wagub.

Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayahnya sangat membutuhkan perhatian serius di bidang kesehatan.

“Kami memiliki dua rumah sakit, tetapi belum optimal karena keterbatasan fasilitas dan tenaga dokter spesialis. Bahkan RSUD kami kehilangan akreditasi pada 2024 sehingga layanan BPJS sempat terhenti. RS Pratama ini diharapkan menjadi awal transformasi layanan kesehatan di Nias Barat,” ujar Bupati.

Bupati juga melaporkan tingginya kasus gangguan jiwa di wilayahnya, termasuk pasien yang masih dalam pemasungan.

Untuk itu, Pemkab Nias Barat siap menyediakan lahan apabila Kemenkes berkenan membangun Rumah Sakit Jiwa pertama di Kepulauan Nias.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Dr. Azhar Jaya (Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI), Dr. Lucia Rizka Andalucia (Dirjen Farmasi dan Alkes Kemenkes RI), Dr. Ghotama Airlangga (Direktur Fasyankes Rujukan Kemenkes RI), Dr. Lavi Rizki Zuhal (Wakil Rektor ITB), serta para kepala daerah se-Kepulauan Nias, unsur Forkopimda, DPRD, pejabat Pemkab Nias Barat, dan masyarakat.

Pembangunan RS Pratama Nias Barat ini diharapkan menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas dan merata hingga ke pelosok negeri. (mag-8/ram)

Editor : Juli Rambe