BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai, Ronggur Simorangkir turut menyoroti aksi joget ria Dewan Pengawas Perusahan Daerah Air Minum Tirtasari Binjai, Joko Basuki yang karib dikenal Jobas. Politisi Partai Gerindra ini menilai, sikap Jobas mencoreng citra baik wali kota yang telah dibangun.
"Saya bukan mau bilang kualitas dewas itu jelek, tapi biarkan publik menilai. Kita berharap, dewas dapat bekerja baik dan jangan jadi beban pak wali," ungkap Ronggur saat diminta komentarnya, Senin (20/10/2025).
"Pinomat kalau sudah dikasih kerjaan sama pak wali, jangan lah jadi makin tambah beban pak wali. Kasihan kita lihat pak wali, nanti muncul opini: ya begitu kualitas timses," sambung dia.
Jobas merupakan Anggota DPRD Binjai periode 2019-2024. Dia meraih kursi wakil rakyat dari Partai Gerindra pada daerah pemilihan Binjai Timur.
Pada pemilihan kepala daerah 2024 kemarin, Jobas tidak mendukung calon yang diusung oleh Partai Gerindra. Dia mendukung pasangan Amir Hamzah dan Hasanul Jihadi yang diusung Partai Demokrat serta Partai Persatuan Pembangunan.
Jobas aktif mengikuti kegiatan Amir sebelum terpilih. Usai terpilih, dia pun mendapat 'jatah' jabatan sebagai Dewan Pengawas PDAM Tirtasari Binjai.
Nilai Seleksi Dewas Tak Ditampilkan
Ronggur juga menduga, proses seleksi yang dilakukan tim panitia tidak berlangsung secara terbuka. Dilihat wartawan pada website Pemerintah Kota Binjai, pengumuman hasil seleksi penerimaan Dewas PDAM Tirtasari periode 2024-2028, tidak dicantumkan nomor.
Ada dua nama yang dinyatakan lulus dalam proses seleksi Dewas PDAM Tirtasari. Adalah Joko Basuki dan Marasonang Lubis.
Namun, pengumuman yang tidak bernomor itu juga tidak menampilkan hasil nilai seleksi untuk jabatan Dewas PDAM Tirtasari. "Sepengetahuan saya, skor tertinggi tes saat seleksi Dewas PDAM kemarin itu Pak Marasonang, sehingga beliau lah yang sebenarnya layak," ungkap Ronggur.
"Andai beliau yang jadi Dewas PDAM, pasti fungsinya Dewas akan berjalan lebih baik lagi dan fokus pada kinerja. Gak sibuk joget, gak sibuk komentari urusan politik dan lain sebagainya," sambung Ronggur.
Karenanya, bagi Ronggur, sikap dan tingkah laku Jobas telah mencoreng nama baik wali kota sebagai Dewas PDAM Tirtasari Binjai. Ditambah lagi, Jobas diangkat sebagai Dewas PDAM Tirtasari berdasarkan keputusan wali kota.
"Saya justru curiga kalau Dewas PDAM itu tak ada kerjaannya, sehingga di publik kita lebih sering lihat Dewas sekarang itu sibuk gosip politik, aktif banget di medsos dan joget dipandu biduan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Binjai, Andi Affandi tidak memberi jawaban ketika dikonfirmasi. Wartawan mempertanyakan sejumlah hal mulai dari nilai dalam hasil seleksi dewas yang diumumkan melalui pengumuman tidak bernomor dan tugas, pokok serta fungsinya Dewas PDAM Tirtasari, Andi tidak merespon.
Juga mengenai besaran gaji pokok Dewas PDAM Tirtasari, Andi pun tidak menjawab. Pesan yang dilayangkan untuk keberimbangan cuma dibaca Andi.
Sebelumnya, beredar video berdurasi 19 detik menampilkan Dewas PDAM Tirtasari Binjai, Joko Basuki, tengah asyik berjoget ria yang diiringi nyanyian musik dari seorang penyanyi wanita. Dalam video yang dilihat wartawan, Dewas Joko Basuki itu hanya mengenakan kaus tanpa lengan atau kaus kutang warna putih.
Dikonfirmasi Minggu (19/10/2025), Joko Basuki mengakui itu dirinya yang di dalam video. Baginya, itu hanya sekadar hiburan saja.
"Mengenai joget, saya manusia biasa yang perlu hiburan dan itu ekspresi saya di saat saya liburan," ujar Joko.
Disoal jabatan dewas karena telah 'berdarah' membawa Amir duduk sebagai Wali Kota Binjai periode kedua, Jobas menepisnya. "Saya murni seleksi dalam pengangkatan dewas," jawabnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan