DAIRI, SUMUT POS- Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi, akhirnya buka suara terkait penghentian sementara pelayanan hemodialisis (HD) atau cuci darah.
Direktur RSUD Sidikalang, dr Mey Sitanggang didampingi Kasi Keperawatan, Eva Judika Napitupulu dan Kepala Ruangan HD, Sanna Ria Girsang, menerangkan penghentian sementara pelayanan HD, karena ada pergantian mesin oleh pihak vendor.
"Bukan ditutup, tetapi tidak melakukan pelayan sementara karena ada pergantian mesin dilakukan PT Tirta Medika Jaya (PT TMJ) selaku pihak ketiga yang bekerjasama dengan RSUD Sidikalang," ucap dr Mey, Senin (29/12/2025).
Dijelaskannya, penghentian sementara layanan karena pergantian mesin itu, sebetulnya sudah diberitahukan kepada 51 orang pasien yang selama ini melakukan proses HD di rumahsakit.
Dijelaskannya, pihak PT TMJ menunjuk perusahaan baru yakni PT Renalmed untuk pengadaan mesin dialiser. Sebelumnya, mesin yang digunakan PT TMJ adalah milik PT Fresinius Medical Center (PT FMC).
"Menurut PT TMJ, penggantian mesin dan perusahaan, untuk peningkatan kualitas layanan," jelas dr Mey.
Dipaparkan dr Mey, mesin dan peralatan HD sebanyak 12 unit sekarang sudah terpasang. Namun, pelayanan dimulai setelah pemeriksaan mesin reverse osmosis (RO) atau uji mutu air selesai dan mendapat surat resmi.
Pemeriksaan uji mutu air selama 2 minggu. Dan sample sudah disampaikan pada 24 Desember 2025 kemarin.
"Apa yang dilakukan pihak rumah sakit dan perusahaan penyedia, adalah bagian dari peningkatan kualitas pelayanan," pungkas dr Mey Sitanggang.
Sebelumnya diberitakan, puluhan pasien cuci darah di RSUD Sidikalang, mengeluhkan penghentian pelayanan HD di rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Salahsatu pasien yang juga anggota DPRD Dairi dari fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Kian Munthe, menyatakan, pasien kocar kacir untuk mendapatkan pelayanan. Bahkan, ada yang harus keluar kota, seperti dirinya yang menutuskan untuk cuci darah di Medan. (rud/ram)
Editor : Juli Rambe