LABUSEL, Sumutpos.jawapos.com- Aula Yayasan Ki Hajar Dewantara Kotapinang dipenuhi suasana khidmat sekaligus haru. Selama tiga hari, 20 hingga 22 April 2026, institusi pendidikan ini menggelar dua momentum penting: Capping Day bagi siswa Asisten Keperawatan dan purna siswa bagi ratusan lulusan yang siap melangkah ke fase berikutnya.
Sebanyak 446 siswa resmi dilepas tahun ini, terdiri dari 32 siswa tingkat SMP dan 414 siswa tingkat SMK dari berbagai jurusan. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi generasi muda yang dipersiapkan untuk berkontribusi, khususnya di sektor kesehatan.
Prosesi Capping Day menjadi titik awal yang sarat makna. Bagi siswa kelas X program Asisten Keperawatan Angkatan XII, pemasangan kap bukan hanya simbol, tetapi penegasan komitmen moral sebelum mereka terjun ke dunia praktik. Di balik seremoni tersebut, tersimpan tanggung jawab besar: menjaga etika, profesionalisme, dan empati dalam pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Delapan Bulan Melawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Bertahan di Tengah Keterbatasan
Ketua Yayasan, Naga Parlaungan Lubis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menandai kesiapan siswa menjadi tenaga kesehatan yang terampil dan berintegritas. Senada, Pengawas Yayasan Andi Syahputra Lubis mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan ikatan nilai yang harus dijaga sepanjang karier.
“Ini adalah komitmen untuk mengabdi secara profesional dan menjunjung tinggi etika,” tegasnya.
Acara turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pimpinan yayasan, tenaga pendidik, perwakilan Dinas Kesehatan, hingga unsur Forkopimca. Kehadiran orang tua menambah nuansa emosional, terutama saat prosesi pemasangan kap dan pengambilan sumpah berlangsung—momen yang menandai peralihan dari ruang belajar menuju dunia pengabdian.
Baca Juga: PTPN IV Regional I Medan Gelar Doa Selamat Bagi 60 Calon Jamaah Haji 2026
Di tengah suasana tersebut, prestasi turut mengiringi. Lima siswa kelas XII SMK berhasil lebih dahulu menembus perguruan tinggi negeri sebelum wisuda dilaksanakan, menjadi bukti bahwa kualitas lulusan terus meningkat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan kreatif siswa—tari tradisional dan marching band—yang menghadirkan warna kegembiraan setelah prosesi yang penuh makna. Pelepasan balon ke udara menjadi simbol harapan, mengiringi langkah para lulusan menuju masa depan.(mag-5/han)
Editor : Johan Panjaitan