Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

THM di Binjai Diduga Kelabui Tim Gabungan, Gerbang Tergembok Saat Razia

Johan Panjaitan • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:15 WIB

Tampilan depan tempat hiburan malam di Binjai Selatan yang dipadati kendaraan pengunjung. (Foto dari masyarakat/Sumut Pos)
Tampilan depan tempat hiburan malam di Binjai Selatan yang dipadati kendaraan pengunjung. (Foto dari masyarakat/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Sebuah tempat hiburan malam (THM) di Kota Binjai menjadi sorotan usai diduga mencoba mengelabui tim gabungan Polres Binjai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) saat pelaksanaan razia, belum lama ini. Saat petugas tiba di lokasi, gerbang utama ditemukan dalam kondisi tergembok rapat seolah tidak beroperasi.

THM yang berada di wilayah Binjai Selatan tersebut menjadi salah satu target operasi tim gabungan dalam upaya penertiban dan pengawasan peredaran narkotika di tempat hiburan malam. Namun, kondisi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya.

Gerbang besi berwarna biru yang menjadi akses utama terlihat tertutup dan digembok. Sekilas, tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Namun, perhatian petugas dan publik justru tertuju pada kondisi gembok yang tampak masih baru, tanpa bekas karat maupun tanda telah lama terpasang.

Baca Juga: Wabup Nisel Tinjau Langsung Infrastruktur Onolalu

Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Pengamat sosial dari Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Sumatera Utara, Abdul Rahim Daulay, menilai fenomena itu patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Menurutnya, situasi saat razia yang berbeda dengan informasi aktivitas sebelumnya di lokasi tersebut menimbulkan dugaan adanya upaya penghindaran pemeriksaan.

“Persoalan ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Ada dugaan informasi razia bocor sehingga lokasi tampak tiba-tiba tutup dan digembok,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ia juga menyinggung beredarnya video yang memperlihatkan aktivitas pengunjung di lokasi yang sama sebelum razia dilakukan. Hal ini, kata dia, semakin memperkuat perlunya investigasi lebih lanjut oleh aparat.

“Jika benar ada aktivitas sebelumnya dan saat razia justru tertutup rapat, maka ini harus didalami secara serius oleh aparat,” tambahnya.

Dorongan Investigasi Menyeluruh

Abdul Rahim menegaskan, tim gabungan tidak boleh berhenti hanya karena kondisi lokasi tertutup saat razia. Ia meminta agar aparat melakukan pendalaman menyeluruh untuk memastikan fakta sebenarnya.

Baca Juga: Menguji Wuling Eksion PHEV, Menjelajah Jakarta–Yogyakarta Lewat Rute 550 Kilometer

Ia juga mendorong pemeriksaan rekaman CCTV, keterangan pengelola, serta pihak-pihak terkait lainnya guna menghindari kesimpulan yang keliru di publik.

“Hal ini harus menjadi alarm bagi aparat untuk melakukan pendalaman yang lebih serius dan profesional,” tegasnya.

Di sisi lain, sejumlah warga mengungkapkan bahwa tempat hiburan tersebut diduga kembali beroperasi setelah tim gabungan meninggalkan lokasi razia.

“Pas razia ditutup, tapi setelah itu mereka buka lagi,” ungkap salah seorang warga.

Kondisi ini semakin memperkuat desakan masyarakat agar aparat penegak hukum bertindak tegas dan tidak ragu melakukan penindakan jika ditemukan pelanggaran.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane, menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap THM tersebut.

“Kita tetap akan melakukan penyelidikan dan pemantauan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, THM yang sama juga pernah menjadi sorotan setelah aparat mengungkap kasus peredaran narkotika pada April 2024. Dalam pengungkapan tersebut, dua pria diamankan dengan barang bukti ratusan pil ekstasi dan obat terlarang lainnya.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kelabui #tim gabungan #thm #bnn #polres