MEDAN, SUMUT POS- Kondisi para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus menunjukkan perkembangan positif.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, mengatakan hingga Senin (24/8/2026), masih terdapat tujuh siswa yang menjalani perawatan, termasuk beberapa di antaranya yang mendapat perawatan di Kota Medan.
Menurut Donal, secara umum kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan terus membaik dan berada dalam tahap pemulihan. Ia menyebut sebagian siswa diperkirakan sudah dapat kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Satu Titik Karhutla Terjadi di Samosir
"Kondisi siswa kemarin masih dirawat tujuh orang, termasuk yang dirawat di Medan. Secara umum kondisinya pemulihan," kata Donal saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Selasa (25/8/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan kondisi kesehatan para siswa terus dipantau. Dengan kondisi yang semakin membaik, sejumlah siswa yang sebelumnya harus menjalani perawatan diperkirakan sudah diperbolehkan pulang hari ini.
"Mungkin hari ini (Selasa) sudah ada yang pulang, termasuk yang di Medan akan pulang hari ini," ujarnya.
Donal menegaskan, proses pemulihan menjadi perhatian setelah para siswa sebelumnya mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi dalam pelaksanaan program MBG di Berastagi.
Peristiwa tersebut sebelumnya menyebabkan ratusan siswa mengalami keluhan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.
Penanganan terhadap para siswa dilakukan secara bertahap, sementara pihak terkait juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dari sisi keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Kondisi tujuh siswa yang masih menjalani perawatan menjadi bagian dari pemantauan lanjutan setelah sebagian besar siswa lainnya telah mendapatkan penanganan dan diperbolehkan kembali ke rumah.
Dengan perkembangan kondisi yang disebut semakin membaik, diharapkan seluruh siswa yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan memastikan evaluasi terhadap kejadian tersebut dilakukan secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG. (san/ram)
Editor : Juli Rambe