Pemkab Langkat Studi Banding ke Bandung, Dalami Satu Data dan Teknologi Geospasial

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:18 WIB
Plt Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti saat berkunjung ke Kota Bandung yang disambut langsung Wali Kota, Muhammad Farhan. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)
Plt Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti saat berkunjung ke Kota Bandung yang disambut langsung Wali Kota, Muhammad Farhan. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

 

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Langkat terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data dan teknologi. Salah satunya dengan mempelajari penerapan Satu Data serta pemanfaatan teknologi geospasial yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Bandung.

Upaya tersebut dilakukan melalui studi banding Pemkab Langkat ke Kota Bandung, Rabu (16/9/2026). Rombongan dipimpin Plt Bupati Langkat Tiorita br Surbakti dan disambut langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Langkat untuk menggali pengalaman Kota Bandung dalam membangun sistem data pemerintahan yang terintegrasi, akurat dan mutakhir. Data tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menyusun perencanaan pembangunan sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Utamakan Privasi Nasabah, BSI Raih Pengakuan Global Lewat Sertifikasi ISO 27701:2025

Tiorita mengatakan, penguatan Satu Data merupakan kebutuhan penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bekerja secara terukur.

“Data yang baik menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan dan mengambil kebijakan,” ungkapnya.

Karena itu, kata Tiorita, Pemkab Langkat ingin melihat secara langsung bagaimana Kota Bandung mengelola Satu Data untuk kemudian mengadopsi praktik yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan Satu Data di Kota Bandung, kemudian mengambil hal-hal yang relevan untuk dikembangkan di Kabupaten Langkat,” ujarnya.

Tak Bisa Dikerjakan Satu OPD

Tiorita menegaskan, penerapan Satu Data tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi perangkat daerah (OPD). Sistem tersebut membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah, mulai dari penyamaan standar hingga integrasi sistem dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Keseragaman standar, integrasi data, akurasi informasi, serta kapasitas aparatur menjadi faktor penting agar data pemerintah tidak sekadar menjadi arsip, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan dan pembangunan.

Baca Juga: AS Simpan Senjata di Orbit Bumi, Rusia dan Tiongkok Siapkan Serangan

Selain Satu Data, rombongan Pemkab Langkat juga mempelajari pemanfaatan informasi geospasial dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Teknologi geospasial memungkinkan pemerintah menghubungkan data dengan informasi berbasis lokasi atau kewilayahan. Pemanfaatannya dapat menunjang perencanaan pembangunan, pengelolaan wilayah, pelayanan publik, pemetaan potensi daerah hingga pengambilan keputusan.

Menurut Tiorita, teknologi tersebut memiliki relevansi besar bagi Langkat yang memiliki wilayah luas dengan karakteristik dan potensi yang beragam.

“Geospasial juga sangat penting bagi Langkat, karena kita memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Informasi berbasis kewilayahan akan membantu pemerintah melihat kondisi daerah secara lebih utuh,” jelasnya.

Belajar, Lalu Disesuaikan dengan Langkat

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Langkat dan Pemkot Bandung juga bertukar pengalaman mengenai kolaborasi antarperangkat daerah, standardisasi data, pemanfaatan teknologi informasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Tiorita menyebut pengalaman yang diperoleh dari Bandung akan menjadi bahan pembelajaran bagi Langkat. Namun, penerapannya tidak akan dilakukan secara mentah, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Baca Juga: Wakil Bupati Batu Bara Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026, Program Berpihak ke Masyarakat J

“Kita belajar dari daerah lain untuk mendapatkan referensi. Selanjutnya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Kabupaten Langkat, sehingga penerapannya benar-benar memberikan manfaat bagi pemerintahan dan masyarakat,” pungkasnya.

Setelah pertemuan di Pendopo Kota Bandung, kunjungan kerja dilanjutkan ke Dekranasda Kota Bandung Patrakomala.

Melalui studi banding dan pertukaran pengalaman tersebut, Pemkab Langkat diharapkan dapat mengadaptasi inovasi yang relevan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data dan teknologi.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya mendorong pemerintahan Kabupaten Langkat yang semakin terintegrasi dan efektif, sekaligus menjadikan data sebagai fondasi dalam perencanaan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
satu data geospasial Pemkab Langkat studi banding teknologi