Bobby Ingatkan Pendampingan dari Pemerintah pada Siswa yang Diduga Alami Keracunan MBG

Juli Rambe • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:46 WIB
Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Nasution. (Dok: Ihsan Syahreza/Sumut Pos)
Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Nasution. (Dok: Ihsan Syahreza/Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap puluhan siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sorotan terhadap penanganan kasus tersebut mencuat karena hingga Rabu (16/9/2026), sejumlah siswa masih menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian juga tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Karo, khususnya Bupati Karo Antonius Ginting, yang disebut belum terlihat menjenguk langsung para siswa yang dirawat.

Baca Juga: 104.426 Siswa Sumut Nikmati Program Bersekolah Gratis

Bobby Nasution mengingatkan agar respons psikologis para siswa setelah kejadian tersebut tidak dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan.

“Anak-anak ini harus kita ayomi, kita lindungi. Jangan dianggap lebay, jangan dianggap drama,” kata Bobby saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (17/9/2026).

Menurut Bobby, setiap anak memiliki kondisi mental dan respons yang berbeda ketika menghadapi sebuah peristiwa yang berpotensi menimbulkan trauma. Karena itu, penanganan korban tidak cukup hanya dengan memastikan kondisi fisiknya mendapatkan perawatan medis.

“Enggak semua anak itu mentalnya sama. Sama seperti korban kecelakaan, responsnya berbeda-beda,” ujarnya.

Pendampingan tersebut dinilai penting karena pengalaman yang dialami para siswa bukan hanya menyangkut keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis.

Kasus terbaru di SMK Negeri 1 Merdeka bahkan membuat puluhan siswa harus mendapatkan perawatan medis. Data yang diberitakan sejumlah media menunjukkan jumlah siswa yang mengalami keluhan terus berkembang, sementara penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses penelusuran.

Bobby mengatakan, penanganan terhadap para siswa tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, sekolah, tenaga kesehatan, pengelola MBG hingga pihak terkait lainnya harus memastikan para siswa memperoleh perlindungan.

Menurutnya, persoalan yang paling mendesak saat ini adalah memastikan kondisi anak-anak tersebut aman dan mendapatkan perhatian yang layak.

“Yang paling penting sekarang bagaimana anak-anak ini kita ayomi dan masyarakat juga kita ayomi,” katanya.

Pernyataan Bobby tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan kasus dugaan keracunan MBG di Karo tidak boleh berhenti pada penanganan medis semata.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
siswa di karo keracunan mbg Pemkab Karo Keracunan MBG bobby nasution Mbg