sumutpos.jawapos.com - Jakarta mencatat sejarah baru dalam perkembangan perkotaan global. Berdasarkan laporan World Urbanization Prospects 2025 yang dirilis Badan Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN DESA), Jakarta menempati posisi sebagai kota dengan populasi terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mencapai hampir 42 juta jiwa.
Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (13/7/2026), angka tersebut menempatkan Jakarta di atas sejumlah kota besar dunia yang selama ini dikenal sebagai pusat populasi global. Dhaka, Bangladesh, berada di peringkat kedua dengan jumlah penduduk hampir 40 juta jiwa, disusul Tokyo, Jepang, yang memiliki sekitar 33 juta penduduk.
Besarnya populasi Jakarta bahkan jauh melampaui New York, Amerika Serikat, yang tercatat memiliki sekitar 13,9 juta penduduk. Jumlah tersebut kurang dari sepertiga populasi kawasan metropolitan Jakarta.
Baca Juga: Jangan Sepele! Kandungan Protein pada Kacang dan Biji Ini Lebih Tinggi dari Telur
Laporan UN DESA yang dirilis pada 18 November 2025 itu juga menunjukkan dominasi kota-kota Asia dalam daftar wilayah perkotaan dengan penduduk terbesar di dunia. Kairo, Mesir, menjadi satu-satunya kota di luar Asia yang berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar kota terpadat dunia.
Fenomena meningkatnya populasi Jakarta tidak terlepas dari tren urbanisasi global yang terus berkembang. Saat ini, hampir separuh penduduk dunia telah tinggal di kawasan perkotaan.
UN DESA mencatat sekitar 45 persen dari total populasi dunia yang mencapai 8,2 miliar jiwa kini hidup di wilayah perkotaan. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 1950, ketika penduduk kota hanya mencapai sekitar 20 persen dari total 2,5 miliar populasi dunia.
Pertumbuhan kota besar juga terlihat dari meningkatnya jumlah megacity atau kota dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa. Dalam lima dekade terakhir, jumlah megacity meningkat empat kali lipat, dari hanya delapan kota pada 1975 menjadi 33 kota pada 2025.
Baca Juga: Pemkab Langkat Ajak ASN Rebut Kembali Kepercayaan Publik, Pendidikan Jadi Prioritas
Lebih dari separuh megacity tersebut berada di kawasan Asia, menjadikan benua ini sebagai pusat utama pertumbuhan perkotaan dunia.
Pertumbuhan populasi perkotaan membawa peluang besar sekaligus tantangan yang kompleks. Kota-kota besar menjadi pusat inovasi, ekonomi, pendidikan, dan teknologi, tetapi juga menghadapi persoalan seperti kemacetan, tekanan infrastruktur, perubahan iklim, serta kebutuhan hunian yang semakin tinggi.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB bidang Ekonomi dan Sosial, Li Junhua, menyebut urbanisasi sebagai salah satu kekuatan paling menentukan di era modern.
Menurutnya, jika dikelola secara inklusif dan strategis, perkembangan kota dapat menjadi motor penggerak bagi aksi iklim, pertumbuhan ekonomi, serta pemerataan sosial.
Baca Juga: Bio Solar dan Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU
Posisi Jakarta sebagai kota dengan populasi terbesar dunia menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan perkotaan membutuhkan perencanaan jangka panjang. Tantangan utama ke depan bukan hanya bagaimana menampung jumlah penduduk yang terus bertambah, tetapi juga memastikan kota tetap layak huni, berkelanjutan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.(lin)
Editor : Redaksi