Viral Anak Pejabat Gayo Lues Flexing Liburan dan BBM, Sang Ayah Mundur dari Jabatan

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 08:13 WIB
Pejabat di Gayo Lues mundur gara-gara konten flexing sang putri yang viral di media sosial. (Instagram @lambegosiip)
Pejabat di Gayo Lues mundur gara-gara konten flexing sang putri yang viral di media sosial. (Instagram @lambegosiip)

 

sumutpos.jawapos.com - Konten pamer gaya hidup mewah atau flexing di media sosial kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, unggahan yang diduga berasal dari anak seorang pejabat Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berujung pada keputusan besar sang ayah untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Melansir Instagram @lambegosiip, Kamis (23/7/2026), pejabat tersebut adalah dr H Nevirizal, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Nevirizal juga pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Gayo Lues.

Keputusan mundur itu disampaikan Nevirizal pada Kamis (23/7/2026), setelah konten media sosial yang menampilkan gaya hidup putrinya viral dan menuai perhatian luas masyarakat.

Baca Juga: Peti Mati Berbentuk Ikan hingga Pesawat, Tradisi Unik Masyarakat Ga di Ghana Merayakan Kisah Hidup Seseorang

Unggahan yang diduga berasal dari akun anak Nevirizal, Dea Arranoya, memperlihatkan sejumlah aktivitas perjalanan ke luar negeri, mulai dari Korea Selatan, Bangkok, hingga sejumlah destinasi di Eropa. Selain itu, terdapat pula unggahan percakapan yang membahas rencana pembelian kendaraan.

Namun, salah satu konten yang paling banyak mendapat sorotan adalah foto yang memperlihatkan belasan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM). Foto tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dan kritik dari warganet terkait dugaan penimbunan BBM.

Viralnya unggahan tersebut kemudian berkembang menjadi polemik publik, terutama karena berkaitan dengan keluarga seorang pejabat daerah.

Baca Juga: Polda Jabar Minta Warga Tegas Hadapi Begal, Imbau Tindakan Tetap Terukur

Melalui akun media sosialnya, Dea Arranoya secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas unggahan yang telah menimbulkan kegaduhan.

Sementara itu, Nevirizal memilih mengambil langkah mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral. Ia menyebut keputusan tersebut diambil secara sadar setelah muncul perhatian publik terhadap perilaku anggota keluarganya yang dinilai berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi pemerintahan.

“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulis Nevirizal dalam keterangannya.

Nevirizal menjelaskan, surat pengunduran dirinya telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues H Maliki di Blangkejeren, lantaran Bupati Gayo Lues sedang menjalankan tugas di luar daerah.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kalapas Labuhan Ruku Jalin Koordinasi dengan Kapolres Batu Bara

Ia menegaskan, langkah tersebut bukan karena tekanan pihak tertentu, melainkan bentuk tanggung jawab etik sebagai pejabat publik yang harus menjaga integritas serta nama baik lembaga pemerintahan.

Kasus ini kembali membuka perbincangan mengenai perilaku pejabat publik dan keluarganya di ruang digital. Di era media sosial, unggahan pribadi yang dianggap sebagai bentuk ekspresi gaya hidup dapat berdampak luas, terlebih ketika berkaitan dengan figur yang memiliki jabatan dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Sejumlah warganet pun menilai sikap Nevirizal yang memilih mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, sementara sebagian lainnya meminta agar dugaan terkait BBM dalam unggahan tersebut tetap ditelusuri sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Buaya 3,2 Meter Terjerat Jaring Nelayan di Sungai Barumun, BPBD Labusel Lakukan Evakuasi

“Jabatan publik bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga soal menjaga kepercayaan masyarakat. Apa pun yang dilakukan keluarga pejabat bisa ikut menjadi sorotan,” tulis seorang pengguna media sosial.

“Di zaman sekarang harus lebih hati-hati unggah sesuatu. Sekali viral, dampaknya bisa ke banyak pihak,” komentar warganet lainnya.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran terkait BBM, harus tetap diproses sesuai aturan. Jangan berhenti hanya karena permintaan maaf,” ujar pengguna lain.(lin)

Editor : Redaksi
Pejabat Daerah Flexing Etika Pejabat Viral media sosial gayo lues