Sungai Lokop bisa dikatakan sebagai objek wisata baru di Aceh Timur. Sayang, kini keindahannya hilang tertutup pasir efek banjir.
Tidak hanya Sungai Lokop yang menjadi lautan pasir, dampak banjir bahkan menghancurkan 80 persen objek wisata di Aceh Timur.
"Sungai Lokop yang sebelumnya menjadi objek wisata berubah menjadi lapangan pasir akibat banjir," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Timur, Syahril, melansir Instagram @disparporaacehtimur, Selasa (6/1/2026).
Dengan kata lain, Sungai Lokop kini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.
Ikon wisata berupa titi gantung yang sebelumnya menjadi tempat favorit pengunjung juga sudah tidak ada.
Titi gantung di Sungai Lokop tersebut rusak dan hanyut akibat derasnya arus banjir bandang.
Syahril mengatakan Sungai Lokop menjadi contoh nyata perubahan bentang alam akibat bencana.
Dari destinasi unggulan yang dikenal dengan air jernih dan keindahan alam, kini berubah total.
Pun banjir menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah objek wisata lainnya, seperti pantai.
Di kawasan Matang Rayeuk, Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan gelombang laut.
"Begitu juga di Pantai Leuge, semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat," tambahnya.
Tak pelak, kerusakan parah yang terjadi ini akibat bencana banjir tersebut, menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menggeliat.
"Kami berharap melalui sinergi lintas sektor, objek-objek wisata yang terdampak bencana dapat kembali ditata dan bangkit, sehingga mampu menarik kembali minat wisatawan di masa mendatang," pungkas Syahril. (Lin)
Editor : Redaksi