Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Polda Aceh Tegaskan Bripda Muhammad Rio Sudah Desersi, Bahkan Tinggalkan Tugas

Juli Rambe • Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:50 WIB
ILUSTRASI: Tentara India berjaga-jaga di perbatasan setelah India dan Pakistan terlibat baku tembak. foto: Inews.id
ILUSTRASI: Tentara India berjaga-jaga di perbatasan setelah India dan Pakistan terlibat baku tembak. foto: Inews.id

 

SUMUT POS- Polda Aceh menegaskan bahwa Bripda Muhammad Rio susah desersi. Bahkan, dia sudah meninggalkan tugas sejak beberapa waktu yang lalu.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa Rio melakukan desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan dan satuan.

Sebelum desersi, yang bersangkutan sudah pernah melanggar Kode Etik Profesi Polri hingga di sidang oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Aturan yang dilanggar oleh Rio adalah menjalin hubungan perselingkuhan hingga menikah siri. Atas perbuatannya, KKEP memutuskan untuk memberikan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama 2 tahun dan penempatan di Yanma Brimob Polda Aceh.

”Kasus tersebut telah mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama 2 tahun,” ungkap Kombes Joko dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (17/1).

Lebih lanjut, Joko menyampaikan bahwa sejak 8 Desember 2025, Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas. Tindakan itu dilakukan tanpa keterangan yang jelas. Setelah menghilang nyaris satu bulan, pada 7 Januari 2026, dia mengirim pesan WhatsApp kepada beberapa rekannya.

Mulai anggota Provost Satuan Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.

”Serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” kata Joko.

Seperti diketahui, Muhammad Rio menjadi viral setelah membagikan kisahnya yang menjadi tentara bayaran untuk perang Rusia vs Ukraina. 

Personel Brimob Polda Aceh tersebut diduga bergabung dengan tentara Rusia untuk memerangi Ukraina. Berdasar berbagai informasi yang beredar, Rio disebut-sebut sudah berada di wilayah Donbass. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Tentara bayaran rusia #Tentara bayaran ukraina #Bripda Muhammad Rio #Personel Polda Aceh