JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Presiden Prabowo Subianto memilih merayakan momen Idulfitri 1447 Hijriah dengan cara yang sarat makna: hadir langsung di jantung Sumatera, menyatu dengan denyut masyarakat dari Medan hingga Aceh.
Keputusan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia memancarkan pesan simbolik tentang kedekatan pemimpin dengan rakyat, terutama di wilayah barat Indonesia yang kerap menjadi simpul penting sejarah, budaya, dan religiusitas nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan, Presiden akan memulai rangkaian dengan mengikuti malam takbiran di Medan—sebuah tradisi yang bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi spiritual kolektif umat Islam menyambut hari kemenangan.
"Iya betul, Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatera Utara. Insyaallah beliau akan salat Idul Fitri di Aceh besok pagi," kata Teddy dalam keterangannya, Jumat (20/3).
Dari ibu kota Sumatera Utara itu, Prabowo akan bergerak menuju Aceh. Di tanah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, Presiden dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat setempat. Kehadirannya di sana bukan hanya sebagai kepala negara, tetapi sebagai bagian dari umat yang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan.
Langkah ini memperlihatkan pendekatan kepemimpinan yang lebih membumi—tidak terpusat di ibu kota, melainkan menjangkau langsung daerah. Dalam konteks politik dan sosial, kehadiran Presiden di dua provinsi tersebut pada momentum sakral seperti Idulfitri dapat dibaca sebagai sinyal kuat perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan Sumatera.
Di sisi lain, pengamanan ketat tetap menjadi prioritas. Sejumlah titik strategis di Medan dan Aceh telah disiapkan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu kekhusyukan masyarakat.
Sebagaimana ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, Presiden dipastikan sudah berada di Aceh saat gema takbir berganti dengan lantunan khotbah Id, menandai puncak perayaan yang penuh syukur.
Di tengah hiruk pikuk mudik dan gegap gempita Lebaran, pilihan Prabowo untuk merayakan Idulfitri di Sumatera menghadirkan satu pesan sederhana namun kuat: bahwa negara hadir, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam kebersamaan.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan