Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Indonesia Ditantang Tiga Benua di FIFA Series 2026

Johan Panjaitan • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:20 WIB
Sejumlah pemain Timnas Indonesia melakukan sesi latihan di stadion GBK, Jakarta. (SALMAN TOYIB/JAWA POS)
Sejumlah pemain Timnas Indonesia melakukan sesi latihan di stadion GBK, Jakarta. (SALMAN TOYIB/JAWA POS)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Tantangan lintas benua menanti Tim Nasional Indonesia. FIFA secara resmi merilis komposisi grup FIFA Series 2026, dan Indonesia dipastikan akan menghadapi tiga lawan dengan karakter kontras: Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), serta St. Kitts and Nevis (CONCACAF).

Seluruh pertandingan fase grup yang melibatkan Indonesia akan digelar di Jakarta pada 23–31 Maret 2026, menjadikan ajang ini bukan sekadar laga persahabatan, melainkan etalase penting bagi peta kekuatan Garuda di level internasional.

FIFA Series—yang sebelumnya dikenal sebagai FIFA World Series—merupakan turnamen dua tahunan yang mempertemukan tim nasional lintas konfederasi. Edisi 2026 menjadi tonggak penting dengan format yang diperluas. Sebanyak 48 tim nasional dibagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi empat tim, dengan 11 asosiasi anggota FIFA ditunjuk sebagai tuan rumah. Khusus Rwanda, pertandingan digelar untuk dua grup sekaligus.

Secara global, FIFA Series 2026 mencakup sembilan grup putra dan tiga grup putri, dengan keterwakilan dari enam konfederasi FIFA. Untuk kategori putra, tuan rumah selain Indonesia adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan. Sementara pertandingan putri akan berlangsung di Brasil, Pantai Gading, dan Thailand.

Ujian Karakter dan Mental

Bagi Indonesia, turnamen ini menjadi momentum strategis untuk mengukur kapasitas tim. Tiga lawan yang dihadapi menawarkan spektrum gaya bermain yang luas. Bulgaria membawa tradisi sepak bola Eropa yang lekat dengan disiplin taktik dan organisasi permainan. Kepulauan Solomon merepresentasikan karakter Oseania yang cepat dan fisikal. Sementara St. Kitts and Nevis hadir dengan gaya Amerika Utara–Karibia yang dinamis dan penuh transisi.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut antusias keikutsertaan Indonesia dalam FIFA Series. Ia menilai ajang ini krusial untuk memperkaya pengalaman dan ketahanan mental pemain.

“Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim. Para pemain akan terbiasa secara mental dan meningkat secara kualitas teknis,” ujar Erick, yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Debut John Herdman

FIFA Series 2026 juga menjadi panggung debut John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris yang diperkenalkan secara resmi pada Selasa (13/1) itu langsung dihadapkan pada ujian lintas konfederasi untuk mulai membentuk identitas permainan Garuda.

Dari sisi peringkat FIFA, Indonesia saat ini berada di posisi ke-122, di bawah Bulgaria yang menempati peringkat ke-88. Adapun Kepulauan Solomon dan St. Kitts and Nevis masing-masing berada di peringkat ke-152 dan ke-154.

“Ini adalah ujian sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” tegas Erick.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pelatih #bulgaria #FIFA Series #solomon #indonesia