Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dunia Peringati Earth Hour 2026, Aksi Padam Lampu Serentak Selama 60 Menit

Redaksi • Minggu, 29 Maret 2026 | 19:21 WIB

Earth Hour 2026 kembali mengajak masyarakat dunia mematikan lampu selama 60 menit. (Freepik.com)
Earth Hour 2026 kembali mengajak masyarakat dunia mematikan lampu selama 60 menit. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Dunia kembali bersatu dalam aksi peduli lingkungan melalui peringatan Earth Hour 2026 yang digelar serentak. Jutaan orang di berbagai negara mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama 60 menit sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian bumi.

Melansir Inatagram @pandemictalks, Minggu (29/3/2026), aksi ini berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat. Selama satu jam tersebut, rumah tangga, perkantoran, hingga ikon-ikon kota ikut “gelap sejenak” sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis iklim dan pentingnya penghematan energi.

Gerakan Earth Hour sendiri pertama kali digagas oleh World Wide Fund for Nature di Sydney pada tahun 2007. Seiring waktu, kampanye ini berkembang menjadi gerakan global yang diikuti lebih dari 190 negara di dunia.

Di Indonesia, peringatan tahun ini juga berlangsung di berbagai kota besar. Sejumlah kawasan publik dan gedung-gedung penting mematikan lampu sebagai bagian dari kampanye hemat energi. Selain itu, berbagai komunitas turut menggelar kegiatan edukasi lingkungan hingga aksi sosial yang mendorong gaya hidup ramah lingkungan.

Mengusung semangat “beri waktu untuk bumi”, Earth Hour tidak hanya menjadi aksi simbolis, tetapi juga ajakan untuk melakukan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi konsumsi listrik, membatasi penggunaan plastik, dan mendukung energi terbarukan.

Aksi global ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Beragam tanggapan muncul dari warganet, mulai dari yang mendukung hingga yang mempertanyakan dampaknya.

“Minimal ini jadi pengingat kalau kita sering boros listrik. Walau cuma satu jam, tapi maknanya besar,” tulis seorang netizen.

Komentar lain menyoroti pentingnya konsistensi setelah Earth Hour. “Jangan cuma satu jam doang, habis itu balik boros lagi. Harusnya jadi kebiasaan,” ujar pengguna lainnya.

Namun, ada juga yang skeptis terhadap efektivitas aksi ini. “Padam lampu sejam, tapi industri tetap jalan seperti biasa. Dampaknya terasa nggak sih?” tulis netizen lain.

Di sisi lain, banyak pula yang melihat Earth Hour sebagai gerakan simbolik yang tetap penting. “Ini bukan soal hemat listrik satu jam, tapi soal kesadaran bersama. Dari sini perubahan bisa dimulai,” komentar seorang pengguna media sosial.

Terlepas dari pro dan kontra, Earth Hour tetap menjadi momentum penting untuk mengingatkan dunia akan urgensi menjaga bumi dari ancaman perubahan iklim.(lin)

Editor : Redaksi
#peduli lingkungan #hemat energi #go green #aksi nyata #Earth Hour 2026