Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jumbo Jadi Film Terlaris Kedua Sepanjang Masa

Juli Rambe • Senin, 12 Mei 2025 | 18:15 WIB
Film animasi, Jumbo. (Dok: Humas Film Jumbo)
Film animasi, Jumbo. (Dok: Humas Film Jumbo)

 

SUMUTPOS.CO- Film animasi anak bangsa, Jumbo beehasil menorehkan sejarah. Film yang disutradarai Ryan Adriandhy ini berhasil ditonton oleh 9,1 juta sejak ditayangkan saat libur lebaran lalu.

Banyaknya penonton menjadikan film ini sebagai film terlaeis nomor dua sepanjang masa, yang sebelimnya ditempati 'Agak Laen'. Sedangkan posisi pertama masih ditempati 'KKN di Desa Penari' film horor fenomenal yang masih memegang rekor tertinggi dengan lebih dari 10 juta penonton. 

Tak hanya mencetak prestasi dari sisi jumlah penonton, Jumbo juga mengukir rekor sebagai film animasi Indonesia paling banyak disukai penonton.

"Jumbo sudah lebih dari sebulan hadir di layar lebar, tapi hangatnya sambutan dari kalian nggak berhenti. Bangku-bangku bioskop terus terisi dan sekarang lebih dari 9.138.313 penonton telah menyaksikan Jumbo," tulis akun Instagram @jumbofilm_id dikutip Senin (12/5/2025). "Setiap tawa, air mata, dan kesan yang teman-teman bawa pulang bukan sekadar angka tetapi jadi bukti kalau Jumbo benar-benar punya ruang di hati banyak orang. Terima kasih sudah ikut masuk ke dunia #JUMBO, dunia yang keajaibannya terasa dekat sekaligus memeluk. Pencapaian ini adalah milik semua terutama film animasi di Indonesia," lanjutnya.

Keberhasilan Jumbo menjadi film terlaris kedua di Indonesia tidak lepas dari perpaduan cerita yang kuat, animasi berkualitas internasional, dan waktu rilis yang strategis. 

Dibalut dengan visual animasi berkualitas tinggi, Jumbo menghadirkan kisah menyentuh tentang seorang bocah bernama Don, anak yatim berusia 10 tahun yang kerap dijauhi dan dianggap aneh karena tubuhnya yang besar. Ia menemukan penghiburan dan harapan dalam sebuah buku cerita penuh ilustrasi warisan orang tuanya, yang menjadi pelarian dari dunia yang keras. Don berniat mengikuti ajang pertunjukan bakat di sekolah dengan membuat pertunjukan panggung berdasarkan cerita dalam buku tersebut. Namun, rencananya berantakan saat buku itu dicuri oleh salah satu temannya.

Dalam keputusasaan, Don bertemu Meri, peri kecil misterius yang meminta bantuannya mencari orang tuanya. Pertemuan itu menjadi awal dari petualangan magis yang membawa Don mengenal makna keberanian, persahabatan sejati, dan menerima dirinya sendiri. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe