SUMUT POS- Rekaman percakapan suara antara Zara Qairina Mahathir dan ibunya telah tersebar luas secara daring. Hal ini membuat Malaysia kembali geger dengan isi percakapan tersebut.
Pengacara Hamid Ismail, yang mewakili keluarga mendiang Zara Qairina Mahathir, 13 tahun, telah mengonfirmasi bahwa tiga rekaman suara yang beredar secara daring adalah asli.
Rekaman suara itu berisi percakapan telepon antara Zara Qairina Mahathir dengan ibunya, Noraidah Lamat yang dilansir dari media Malaysia, Sinar Daily.
Klip audio viral, masing-masing berdurasi sekitar 44 detik. Rekaman suara itu dibagikan secara luas di media sosial dan mengungkap kekhawatiran Zara akan keselamatannya, termasuk tuduhan pelecehan oleh sekelompok siswa senior di sekolahnya.
Dalam salah satu rekaman, remaja tersebut terdengar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap seorang siswa senior yang disebut sebagai “Kak M.” Zara Qairani menyatakan kecemasannya karena kemungkinan bertemu dengan orang tersebut.
“Bu, aku takut ketemu Kak M. Kemarin aku minta tolong cek kakaknya, dan Kak M bilang, 'Iya, aku masih belum maafin Zara', Bu…” terdengar suara yang diduga suara Zara.
Klip tersebut juga menampilkan mendiang Zara Qairani Mahathir yang mengkhawatirkan apa yang mungkin terjadi padanya.
"Bagaimana kalau dia benar-benar melakukan sesuatu? Kemarin dia bilang, 'Kalau aku sentuh, kamu bakal berdarah'. Kalau dia begitu, Bu, apa yang akan terjadi?," tanyanya saat menelepon.
Meskipun tanggal pasti rekaman itu tidak jelas, isinya sebelumnya telah dirujuk dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Hamid dan pengacara keluarga lainnya, Shahlan Jufri.
Dalam rekaman ketiga dan keempat, Zara menjelaskan kepada ibunya bagaimana temannya, Yasmin, juga menjadi sasaran pelecehan siswa senior.
Rekaman ketiga, berdurasi satu menit dan 36 detik, menceritakan sebuah insiden ketika Yasmin dipanggil ke ruang kelas Form Four setelah dituduh menyebarkan rumor palsu. "Bu, jangan ngomong apa-apa... Kak M di sini. Ibu tahu telepon yang Ibu buat tadi malam, kan? Malam itu juga, Yasmin tiba-tiba dipanggil ke kelas Form Four," ujarnya.
“Bu, kemarin dia hampir 'disentuh'… Syukurlah aku tidak dipanggil,” kata Zara dengan nada panik.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa Yasmin dituduh menyebarkan rumor tentang seorang siswi senior yang menyukai seorang siswa laki-laki, sebuah klaim yang menurut Zara tidak berdasar. "Dia dijebak karena mereka bilang Yasmin mengaku Kak Minas suka senior. Yasmin bersumpah di atas Al-Quran bahwa itu tidak benar," kata Zara.
Rekaman keempat, yang berdurasi hampir dua menit, melanjutkan percakapan tentang Yasmin. Di dalamnya, Zara menjelaskan bagaimana para siswa terpaksa mematuhi perintah dari siswa senior.
"Bu... bagaimana mungkin dia tidak pergi? Si senior langsung datang ke kelasnya dan menyuruhnya, 'Naik ke atas sekarang'. Lalu dia mengikutinya dari belakang. Bagaimana mungkin dia bisa kabur?
"Yasmin menyusul... dan begitu masuk kelas, ia langsung menangis tersedu-sedu. Mereka di sana hampir satu jam," kata Zara.
Zara juga mengungkapkan rasa takutnya saat berhadapan dengan para senior. Ia mengatakan merasa terintimidasi bahkan oleh tatapan mengancam.
“Suatu hari dia menatapku sekilas… dan aku sudah takut,” katanya.
Percakapan penuh emosi antara ibu dan anak itu telah menggegerkan publik Malaysia sejak kematian Zara yang dikaitkan dengan tuduhan perundungan di sekolahnya. Siswa kelas satu itu dilaporkan jatuh dari lantai tiga sebuah pesantren di Papar pada 16 Juli 2025. Ia meninggal keesokan harinya di Rumah Sakit Queen Elizabeth I (HQEI) di Kota Kinabalu. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe