Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Selat Hormuz Ditutup Lagi

Juli Rambe • Minggu, 19 April 2026 | 23:59 WIB
Selat Hormuz. (hidayahtulah)
Selat Hormuz. (hidayahtulah)

 

SUMUT POS- Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai bentuk respons terhadap blokade angkatan laut Amerika Serikat.

Iran menegaskan kembali kendalinya atas Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Minggu (19/4), pernyataan itu disampaikan oleh otoritas militer Iran melalui Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam. Langkah ini menandai perubahan sikap yang signifikan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Inara Rusli Mengakui Bersama Insanul Fahmi di Ruangan Remang- remang

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup untuk semua aktivitas pelayaran. Mereka memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas akan dianggap sebagai ancaman.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh negaranya. 

Ghalibaf menyebut langkah Amerika Serikat sebagai keputusan yang ceroboh dan tidak bijaksana. Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Iran dalam menghadapi tekanan eksternal.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menggunakan penutupan selat sebagai alat tekanan politik.

Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan tunduk terhadap tindakan yang dianggap sebagai pemerasan. Trump juga menyatakan bahwa blokade akan tetap diberlakukan.

Ketegangan ini terjadi setelah Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz dalam rangka mendukung gencatan senjata sementara.

Pembukaan itu sebelumnya disambut positif oleh pasar global dan komunitas internasional. Namun, perubahan kebijakan secara cepat kembali memicu ketidakpastian.

Sejumlah laporan menyebutkan adanya insiden penembakan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut.

Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia.

Analis menilai bahwa langkah Iran merupakan bagian dari strategi diplomasi tekanan terhadap Amerika Serikat.

Selat Hormuz digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan politik dalam situasi konflik. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketegangan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Situasi terkini memperlihatkan adanya dua blokade yang saling berhadapan antara Iran dan Amerika Serikat.

Ketidakpastian ini berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan ekonomi global. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil negosiasi kedua pihak dalam waktu dekat. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe
#Iran tutup selat hormuz #blokade amerika #ketegasan iran #selat hormuz