Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

15 Tahun Monumen Nasional Keadilan: Tun DR H. Rahmat Shah Cetuskan Yel Yel Keadilan

Johan Panjaitan • Jumat, 27 Maret 2026 | 18:00 WIB

POTONG TUMPENG: Tun DR H Rahmat Shah (kanan) dan KH Zulfikar Hajar Lc memotong tumpeng 15 Tahun Monumen Nasional Keadilan, Kamis (26/3). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
POTONG TUMPENG: Tun DR H Rahmat Shah (kanan) dan KH Zulfikar Hajar Lc memotong tumpeng 15 Tahun Monumen Nasional Keadilan, Kamis (26/3). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Mahmud MD, M.IP memberi apresiasi kepada Tun DR H. Rahmat Shah pada silaturahim 15 tahun Monumen Nasional Keadilan. Silaturahim dilaksanakan di 'Rahmat' International Wildlife Museum & Gallery Jalan S Parman Medan, Kamis (26/3).

Acara dihadiri Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP, Ketua BAN-PDM Sumut Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd, Ketua MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, Rektor Unpab Dr. H. M. Isa Indrawan, M.M, Rektor Institut Kesehatan Helvetia Assoc. Prof. Dr. Ismail Efendy, M.Si dan Ketua Umum DMDI Indonesia Datuk Seri H. Said Aldi Al Idrus, S.E, M.M.

Turut hadir Forkopimda Sumut, Ketua ABPPTSI Sumut Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung, M.M, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP, Wakil Ketua PMI Sumut yang juga Ketua MPO PP Sumut Dr. H. Sakhyan Asmara, M.SP, Ketua Yayasan SIT Jabal Noor KH Zulfikar Hajar Lc, ketua MUI Kota Medan, konsul jenderal negara sahabat dan undangan lainnya.

Prof. Dr. Mahmud MD, M.IP mengatakan bahwa keadilan adalah inti perjuangan yang harus ditegakkan negara manapun di dunia ini. Sejarah juga menyatat, negara yang tidak dapat menegakkan keadilan akan roboh. "Tujuan negara kita itu ada empat. Itu semuanya hanya bisa dicapai dengan keadilan. Pertama menjaga integrasi bangsa, melindungi bangsa dan tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Ini tidak akan tercapai kalau tidak adil," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Mahmud MD, Monumen Nasional Keadilan yang hanya ada satu di Indonesia ini mengandung pesan penting yaitu jangan main-main dengan keadilan. Karena itu adalah sumber kekuatan dan sumber keberlangsungan negara kita. "Mudah-mudahan pesan dari Monumen Nasional Keadilan yang meskipun ada di Medan, sampai ke seluruh negeri," harapnya.

Tun DR H. Rahmat Shah mencetuskan yel-yel keadilan, "Keadilan, Tegakkan!". Hal itu dimaksudkan agar semua pihak terpanggil untuk bersama-sama menegakkan keadilan di Indonesia. "Karena gak mungkin Pak Mahmud, saya dan kita beberapa orang saja mau negara ini menjadi adil keseluruhan tanpa semua pihak ikut terpanggil. Itulah kenapa kita lahirkan yel-yel itu hari ini," ucap Rahmat Shah.

Konjen Kehormatan Turki untuk Sumatera Utara ini menegaskan jika tidak ditegakkannya keadilan hanya akan membawa bencana bagi bangsa ini ke depan. Namun, sedikit keadilan yang ditegakkan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Hal itu akan lebih baik jika para pemimpin menjadi tauladan dalam penegakan keadilan ini.

"Itu akan membangkitkan semangat di tengah-tengah masyarakat yang akhirnya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semuanya," pungkas presiden Yayasan Rahmat Indonesia.

Peringatan diawali dengan ceramah yang disampaikan Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A. Dilanjutkan pemutaran video perjalanan awal hadirnya Monumen Nasional Keadilan yang peletakan batu pertama dilakukan Prof. Dr. Bagir Manan MCL pada 3 April 2010. Monumen Nasional Keadilan diresmikan oleh Irman Gusman pada 19 Maret 2011. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#Silaturahim #keadilan #monumen nasional