VANCOUVER, Sumutpos.jawapos.com– Langkah Timnas Swiss menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan diuji oleh semangat juang Aljazair pada laga 32 besar di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) pukul 10.00 WIB. Di atas kertas, Nati lebih diunggulkan. Namun, wakil Afrika Utara itu diyakini tak akan menyerahkan tiket lolos begitu saja.
Berstatus juara Grup B, Swiss datang dengan modal yang meyakinkan. Skuad racikan Murat Yakin menorehkan tujuh poin dari tiga pertandingan, hasil dari dua kemenangan dan satu kali imbang. Konsistensi itu menjadikan Granit Xhaka dan kolega sebagai salah satu tim paling stabil sejak fase grup dimulai.
Perjalanan Swiss diawali dengan hasil imbang 1-1 melawan Qatar sebelum bangkit menghancurkan Bosnia dan Herzegovina 4-1. Mereka kemudian memastikan puncak klasemen lewat kemenangan 2-1 atas tuan rumah Kanada, sebuah hasil yang memperlihatkan kematangan mental sekaligus disiplin taktik saat menghadapi tekanan publik lawan.
Kini, Swiss berambisi menghapus catatan kurang bersahabat di fase gugur. Dalam empat dari lima edisi Piala Dunia terakhir, mereka selalu tersingkir di babak 16 besar. Bahkan, terakhir kali Swiss menembus perempat final terjadi lebih dari tujuh dekade lalu, tepatnya pada Piala Dunia 1954.
Baca Juga: BNN Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand, Modus Impor Koper dan Kardus
Momentum itulah yang ingin dimanfaatkan Xhaka dkk. untuk menorehkan sejarah baru.
El Khadra Tak Datang Sebagai Pelengkap
Meski lebih difavoritkan, Swiss tak boleh memandang sebelah mata Aljazair. Tim berjuluk El Khadra justru menunjukkan karakter pantang menyerah sepanjang babak penyisihan.
Setelah dibungkam Argentina 0-3 pada laga pembuka, pasukan Vladimir Petkovic bangkit dengan menundukkan Yordania 2-1. Tiket fase gugur akhirnya diamankan usai bermain imbang dramatis 3-3 melawan Austria.
Hasil tersebut memperlihatkan daya juang Aljazair yang tak mudah menyerah. Mereka memiliki lini depan yang mampu menghukum setiap kesalahan lawan.
Kreativitas Riyad Mahrez, ketajaman Amine Gouiri, serta kecepatan Ibrahim Maza menjadi senjata utama dalam skema serangan balik. Jika Swiss kehilangan konsentrasi, trio tersebut berpotensi menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Nati.
Adu Kualitas Lini Tengah
Pertarungan diperkirakan akan banyak ditentukan di sektor tengah.
Swiss mengandalkan pengalaman Granit Xhaka yang akan berduet dengan Remo Freuler sebagai pengatur tempo permainan. Kombinasi keduanya menjadi fondasi keseimbangan permainan Swiss, baik saat membangun serangan maupun memutus alur permainan lawan.
Baca Juga: Fajar Novario, Desainer Asal Padang, Raih Kemenangan Sayembara Logo HUT ke-81 RI
Di lini belakang, Manuel Akanji bersama Nico Elvedi hampir dipastikan kembali menjadi pasangan bek tengah. Sementara Breel Embolo tetap menjadi tumpuan utama di lini depan dengan dukungan Johan Manzambi dan Ruben Vargas.
Di kubu Aljazair, Nabil Bentaleb dan Hicham Boudaoui bakal bekerja keras meredam dominasi lini tengah Swiss sekaligus menyuplai bola kepada Mahrez, Gouiri, dan Maza.
Namun, Aljazair masih dibayangi kemungkinan absennya Mohamed El Amine Amoura yang belum sepenuhnya pulih dari cedera.
Rekor Berpihak kepada Swiss
Sejarah juga sedikit menguntungkan Swiss. Dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Aljazair, mereka selalu keluar sebagai pemenang.
Swiss menang 2-1 pada 1983 sebelum kembali mengalahkan Aljazair dengan skor 2-0 pada 1986.
Melihat performa terkini, organisasi permainan yang lebih rapi, serta pengalaman pemain di level tertinggi, Swiss memiliki peluang lebih besar untuk melangkah ke babak 16 besar.
Baca Juga: Kemenhaj Usahakan Biaya Haji 2027 Lebih Murah
Namun, Aljazair dikenal sebagai tim yang mampu menciptakan kejutan. Kecepatan serangan balik dan kualitas individu Mahrez maupun Gouiri membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat hingga peluit panjang berbunyi.
Swiss memiliki komposisi skuad yang lebih matang, organisasi permainan lebih disiplin, dan pengalaman lebih banyak menghadapi laga-laga besar. Aljazair diyakini mampu memberikan perlawanan sengit, tetapi konsistensi permainan Swiss diperkirakan menjadi pembeda.(jpc/han)
Prediksi Susunan Pemain
Swiss (4-2-3-1):
Kobel; Jaquez, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Sow, Manzambi, Vargas; Embolo.
Pelatih: Murat Yakin.
Aljazair (4-2-3-1):
Zidane; Belghali, Mandi, Bensebaini, Ait-Nouri; Boudaoui, Bentaleb; Mahrez, Maza, Chaibi; Gouiri.
Pelatih: Vladimir Petkovic.