LABURA, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah. Memasuki agenda ke-4 yang bertepatan dengan malam ke-7 Ramadan, kegiatan dipimpin langsung Bupati Labura, Hendri Yanto Sitorus, didampingi Wakil Bupati Samsul Tanjung, di Masjid Raudatul Jannah, Desa Damuli Kebun, Kecamatan Kualuh Selatan, Selasa malam (24/2/2026).
Kehadiran jajaran pemerintah daerah disambut hangat masyarakat yang memadati masjid untuk melaksanakan ibadah sekaligus bersilaturahmi dalam suasana Ramadan yang khusyuk.
Makmurkan Masjid, Perkuat Ukhuwah
Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas spiritual dan sosial. Ia menekankan pentingnya memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta menunaikan zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah.
Baca Juga: 60 UMKM dan Pasar Murah Siap Kendalikan Harga di Bazar Ramadan Sergai
“Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Mari kita isi dengan ibadah terbaik, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang berpotensi memecah belah kebersamaan.
Komitmen Pembangunan dan Pelayanan Publik
Selain pesan keagamaan, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Labura dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Ia berharap dukungan dan doa masyarakat agar seluruh program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Safari Ramadhan, menurutnya, bukan hanya agenda rutin, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Labura menyerahkan bantuan kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raudatul Jannah berupa empat gulung sajadah, satu unit AC, dan satu unit jam digital untuk menunjang kenyamanan jamaah.
Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Labura, bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat:
-
25 anak yatim masing-masing menerima Rp250.000,
-
25 kaum duafa menerima Rp150.000 per orang beserta satu karung beras,
-
10 pelaku UMKM menerima Rp500.000 per orang,
-
10 guru honor komite yang belum bersertifikasi menerima Rp500.000 per orang.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi kecil di tengah suasana Ramadan.
Safari Ramadhan ke-4 ini menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang penguatan nilai spiritual, solidaritas sosial, dan kebersamaan dalam bingkai keimanan.(mag-10/han)
Editor : Johan Panjaitan