TAPTENG, SUMUTPOS.CO-Pita hitam untuk dunia pendidikan di Sumut. Di Tapanuli Tengah, 17 pelajar tewas ditimpa truk ketika mobil yang mengangkut mereka masuk ke parit berlumpur. Tragedi kemarin pagi itu pun kini menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Adalah satu unit truk BK 8912 EA yang mengangkut 40 pelajar, masuk ke dalam parit sedalam 2,5 meter di Jalan Poros Desa Mas Nauli Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (28/5) pagi.
Akibatnya insiden itu, sebanyak 17 dari sekitar 40 orang pelajar yang diangkut truk yang dikemudikan Ramadhani (25) warga Singkil, tewas di tempat. Sementara yang lainnya, menderita luka-luka, hingga dibawa ke Puskesmas Manduamas yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Truk milik PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR) itu terbalik ke sebuah parit setelah ban depan kanannya lepas dari as. Saksi mata, A Pasaribu (37) menyebutkan, kejadian itu berawal saat dua mobil truk membawa penumpang pelajar melaju menuju sekolahan di Desa Paranginan, kecamatan setempat. Kedua truk tersebut saling mendahului.
“Tiba-tiba truk yang sudah mendahului mobil yang di depannya sekira 7 meter itu kemudian ban bagian depan terlepas dari as-nya. Truk oleng dan tidak dapat dikendalikan oleh sopir,” ujarnya kepada New Tapanuli (grup Sumut Pos), di lokasi kejadian, Kamis (28/5).
Para pelajar yang ada di bak truk terlempar dan dihimpit bak truk yang telungkup masuk ke dalam ke dalam saluran parit kerukan yang berlumpur dan berair. Para korban pun terperangkap di dalam bak truk dengan posisi berhimpitan, termasuk kernet truk Sohibun (43). Korban yang sempat menyelamatkan diri kemudian berusaha keluar dari pintu belakang truk.
Lokasi kejadian itu persia sekitar 1 km dari Pos Tambahan tempat melapor truk sebelumnya, atau sekitar 200 meter dari areal pabrik kelap sawit (PKS) PT SGSR. Pengendara di belakang truk naas itu dan sejumlah warga dan karyawan yang melintas juga langsung memberikan pertolongan kepada para korban.
Barulah sekira pukul 06.50 WIB, bantuan alat berat berupa beko mini tiba di lokasi untuk mengangkat truk yang telungkup di parit itu. Namun upaya itu tak membuahkan hasil maksimal. Beko mini itu tak mampu mengangkat truk ke atas. Sebagian pelajar yang terperangkap di kolong bak truk itu pun tidak sempat dievakuasi dan diselamatkan.
Kemudian, sekira pukul 07.10 WIB kembali didatangkan ekscavator milik seorang pengusaha di daerah sekitar untuk mengangkat truk yang terbalik. Seluruh korban yang sudah tewas dan kritis pun dievakuasi dari lokasi.
Kapolsek Manduamas AKP Endah Iwan Tarigan mengatakan, peristiwa nahas mengkibatkan korban meninggal sebanyak 17 orang. Korban selamat 6 orang, 1 luka berat patah kaki. “Sedangkan para korban selamat sudah dipulangkan dan yang luka sedang dibawa ke puskesmas dan bidan terdekat,” kata kapolsek.
Sementara Sohibun (43) warga SP1, kernet truk maut tersebut yang berhasil selamat mengaku kalau truk yang dipakai mengangkut anak sekolah tersebut bukanlah mobil yang biasa dipakai mengangkut anak sekolah setiap harinya.
Diterangkannya, dalam seminggu terakhir ini, truk sawit tersebut sudah dua kali digunakan mengakut anak sekolah menggantikan truk tertutup yang biasa digunakan sebagai pengangkut anak sekolah yang kondisinya rusak. “Dua kalilah dalam seminggu ini mobil itu dipakai menggantikan mobil pengangkut anak sekolah yang rusak,” ungkap Sohibun.
Diakuinya, kalau Ramadhani, sang sopir maut baru dua bulan ini merangkap sebagai pengantar anak sekolah. Namun, soal kecepatan mobil sebelum kejadian, Sohibun diduga mencoba tertutup dengan mengatakan bahwa laju kendaraan hanya kisaran 40 km per jam. “Baru dua bulan ini dia (Ramadhani) membawa anak sekolah. Kecepatannya kira-kira 40 km per jam, gak kencangnya,” kilahnya.
Diceritakannya, awal mula kejadian, berangkat dari bengkel kebun ia dan Ramadhani mulai bergerak ke setiap afedeling untuk menjemput anak sekolah yang sudah menunggu. Sohibun mengaku sebelum kejadian, truk yang mereka tumpangi mencoba mendahului 2 truk jenis sama di depannya. Berjarak sekitar 20 meter di depan 2 truk yang didahuluinya, tiba-tiba saja ban depan sebelah kanan truk lepas, sehingga truk mengarah ke kanan, hingga terbalik ke parit berkedalaman sekitar 2,5 meter dengan posisi telungkup.
“Ada 2 truk didepan kami dilewati. Beberapa meter kemudian, bannya lepas dan terbalik ke parit sebelah kanan jalan,” ungkapnya.
Namun, Sohibun tidak dapat menceritakan bagaimana kondisi terakhir saat truk masuk parit. “Gak ingat lagi aku. Tapi, setelah jatuh, saya dan anak-anak yang selamat mencoba keluar dari pintu belakang truk. Malah, anak sekolah itunya yang pertama mendorong pintu untuk keluar,” bebernya.
Satu Jam Terjebak
Menurut Ricard Tamba (15), salah satu korban selamat yang didamping ibunya R Br Siregar di Puskesmas Mandumas, saat itu dua truk membawa pelajar yang ia tumpangi mendahului kendaraan lainnya. Namun tiba-tiba truk yang mereka tumpangi seperti di rem mendadak. Sejumlah penumpang terdorong ke depan dan ada yang terjatuh dari bak truk.
“Kemudian truk itu terbalik dan kami sudah berada di parit yang basah dan berlumpur. Ada beberapa kawan yang teriak minta tolong. Banyak suara minta tolong di bawa bak truk itu. Ada sekitar satu jam kami berada di bawah truk itu barulah truknya terangkat. Bapak saya datang menolong saya,” ujar Ricard sembari menambahkan truk yang ditumpangi itu rupanya salah satu ban depannya lepas.
Pihak keluarga berharap, pihak perusahaan agar mengganti angkutan pelajar dari perusahaan itu. “Jangan lagi memakai truk rongsokan seperti itu. Kami juga berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para korban ini,” harap orangtua Ricard.
Lapor ke Jokowi
Terkait itu, Plt Bupati Tapanuli Tengah Sukran J Tanjung, langsung melaporkan kecelakaan yang menewaskan 17 pelajar di Manduamas, Tapanuli Tengah, kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Dihubungi, kemarin malam, Sukran J Tanjung mengaku berada di Minahasa Utara, sedang mengikuti acara Hari Bakti Gotong Royong. “Iya benar, saya sudah dapat kabar soal kecelakaan maut itu. kita sangat berduka atas kejadian itu. saya sedang berada di Manado,” katanya.
Dia menambahkan, kejadian tersebut sudah dilaporkan langsung kepada presiden RI yang juga berada di Manado dalam rangka acara Hari Bakti Gotong Royong. “Saya langsung laporkan sudah kepada Bapak Presiden. Beliau (presiden, Red) langsung merespon,” katanya.
Menurut Sukran J Tanjung, setelah hal tersebut dilaporkan, presiden langsung merespon dan langsung memerintahkan Menteri Sosial untuk turun langsung ke lokasi kejadian. Untuk memberikan bantuan dan mengunjungi keluarga para korban.
Kata Sukran, dia tidak bisa turun langsung karena berada di luar kota. Namun, seluruh pejabatnya yang dipimpin Sekda, sudah turun langsung ke lokasi kejadian. Korban meninggal harus dimakamkan selayaknya. Sementara yang masih kritis harus mendapatkan perawatan yang baik.
“Saya pribadi memberikan bantuan Rp20 juta kepada para keluarga korban. Sementara, saya dengar ada dua korban harus dibawa ke Nias. Saya sudah perintahkan untuk menyiapkan transportasi sampai ke Nias,” katanya. (ts/rs/leo/smg/ain/rbb)
Korban Tewas
Versi Poldasu
1 Gabriel Laia (12) laki-laki
2 Villiana Laia (16) perempuan
3 Rosalinda Manik (16) perempuan
4 Risdawati Hutagalung (16) perempuan
5 Boy Tinambunan (17) laki-laki
6 Indah Tinambunan (16) perempuan
7 Upiana Laia (15) perempuan
8 Bona Manik (14) laki-laki
9 Ariantinus Manalu (16) laki-laki
10 Arifianus Manalu (14) laki-laki
11 Agusman Delau (15) laki-laki
12 Ranto Manalu (16) laki-laki
13 Paulinus Tumanggor (15) laki-laki
14 Jones Hulu (13) laki-laki
15 Erwinto Naingolan (17) laki-laki
16 Purnama Sari (17) perempuan
17 Viktor Delau (15) laki-laki
Korban Luka Ringan :
1.Rika Andriyani (15) perempuan
2.Roka Silalahi (16) perempuan
3.Delima (18) perempuan
4.Marina Gintin (11) perempuan
5.Melani Halawa (15) perempuan
Korban Luka Berat
- Richard Riadi Tamba (15) laki-laki
Korban Tewas
Versi Data TKP dan Polres Tapteng
- Gabriel Laila (12)
- Villiania Laila (16)
- Rosalinda Manik (16)
- Risdawati Hutagalung (16)
- Boy Tinambunan (16)
- Indah Sari Tinambunan (16)
- Upiana Laila (15)
- Bona Munthe (14)
- Ariantinus Manalu (16)
- Arifianus Mendrofa (14)
- Agusman Delau (15)
- Ranto Manalu (16)
- Paulinus Tumanggor (15)
- Jones Rivaldo Hulu (14)
- Erwinto Nainggolan (17)
- Purnama Sari Siregar (17)
- Viktor Telambanua (15)
Korban Luka dan Dirawat di RS Manduamas
- Melani Halawa (15)
- Delima (18)
- Richard Riadi Tamba (15)
- Roka Silalahi (16)
- Rika Ardianti Tumanggor (15)
- Lisna Sitompul (14)
- Thuka Putrida Mungkur (18)
- Ranijah Mungkur (13)
- Susianna (13)
- Ronita Sari Sihotang
- Ani Laila