BATUBARA, SUMUTPOS.CO- Kabupaten Batubara merupakan salah satu Kabupaten sentra produksi beras terbesar di Sumatera Utara. Sesuai dengan data Statistik Kabupaten Batubara Surplus beras 90.117,44 ton.
Dari 12.745 hektar areal persawahan di wilayah Kabupaten Batubara produksi gabah kering panen setiap musim tanam rata- rata mencapai 82.845,5 ton.
Dengan rata -rata produksi padi gabah kering 6,5 ton per hektar dengan dua kali masa tanam per tahun.
Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Batubara, Kabid Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Batubara, M. Hair menyatakan kebutuhan beras di Batubara surplus, sehingga dikatakan Batubara merupakan salah satu sentra tanaman padi dan penyumbang beras untuk kabupaten lain di Sumatera Utara.
"Sesuai dengan data Statistik Kabupaten Batubara Surplus beras 90.117,44 ton," ujarnya di Aula Kantor Desa Pematang Kuing usai mengelar pembinaan Kelompok Tani, Pembahasan Penyaluran Pupuk bersubsidi serta Penyampaian Harga Pembelian Harga Gabah bekerjasama dengan Perbadan yang baru, Kamis (22/1/2025).
Terkait soal harga gabah kering di awal Januari 2025, pihaknya dalam penyampaian pada musyawarah dengan kelompok tani menjelaskan bahwa penetapan harga gabah kering panen yang di ambil Bulog Rp6.500 per kg. Dengan kadar air 25 persen dan kadar kotoran 10 persen.
"Dinas Pertanian Batubara tetap berupaya dalam peningkatan produktifitas pertanian di Batubara lewat berbagai terobosan. Mulai teknik budidaya pertanian, ketersediaan bibit unggul, ketersediaan pupuk dan pestisida serta penggunaan teknologi pertanian yang tepat sasaran," tambahnya.
Ke depan, pihaknya berupaya menargetkan peningkatan produktifitas pertanian pada tahun 2025. Seperti, peningkatan indeks pola tanam dari 2 kali setahun menjadi 3 kali per Tahun.
Selain itu, upaya pertambahan luas areal persawahan tengah dilakukan lewat program cetak sawah di Batubara.
"Usulan cetak sawah ke Kementerian Pertanian RI seluas 315 ha. Semoga usulan itu terealisasi tahun 2025," pungkasnya. (mag-3/ram)
Editor : Redaksi