Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Cuaca Ekstrem Kepung Sumut: Banjir Bandang, Longsor, Ribuan Warga Mengungsi dan Puluhan Korban Jiwa

Johan Panjaitan • Rabu, 26 November 2025 | 22:48 WIB
Jalinsum Medan-Aceh di Kelurahan Tangkahan Durian, Brandanbarat terendam banjir akibat Sungai Tualang meluap. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Jalinsum Medan-Aceh di Kelurahan Tangkahan Durian, Brandanbarat terendam banjir akibat Sungai Tualang meluap. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota akibat curah hujan ekstrem sejak Senin hingga Rabu, 24–26 November 2025. Banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung terjadi hampir merata, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, ribuan warga mengungsi, serta kebutuhan darurat yang mendesak.

Laporan resmi yang ditujukan kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Pj Sekda Sumut, dan Kepala BNPB di Jakarta ini menyebut sedikitnya 8 kabupaten dan 2 kota terdampak parah.

1. Kabupaten Langkat: Empat Kecamatan Terendam

Tanggal kejadian: 26 November 2025
Empat kecamatan yakni Babalan, Brandan Barat, Sei Lapan, dan Besitang terendam akibat curah hujan tinggi. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung.
BPBD melakukan evakuasi dan asesmen dampak, sementara kebutuhan mendesak meliputi personel, logistik, peralatan, alat komunikasi, dan listrik.

2. Kabupaten Tapanuli Tengah: Empat Korban Jiwa

Tanggal kejadian: 25 November 2025

Banjir bandang: 7 lokasi

Longsor: 6 lokasi

Empat warga dilaporkan meninggal dunia. Satu masjid dan empat sekolah terdampak. Tim gabungan masih melakukan evakuasi di sejumlah titik.

3. Kota Sibolga: Banjir dan Longsor di Seluruh Kecamatan

Hujan ekstrem memicu banjir bandang di 4 kecamatan dan longsor di titik yang sama. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. Kebutuhan utama: logistik dan peralatan.

4. Kabupaten Mandailing Natal: 776 KK Mengungsi

Madinah menjadi salah satu wilayah dengan dampak terluas:

Banjir bandang: 12 lokasi

Longsor: 6 lokasi

Angin puting beliung: 1 lokasi

Tidak ada korban jiwa, namun 776 KK mengungsi, 14 rumah rusak berat, dan 85 hektare lahan pertanian terdampak. Satu sekolah dan satu jembatan rusak.

5. Kabupaten Tapanuli Selatan: 13 Korban Jiwa, 3 Orang Hilang

Tapsel menjadi wilayah dengan korban terbanyak.

MD: 13 jiwa

Luka-luka: 37 jiwa

Hilang: 3 jiwa

Mengungsi: 3.000 KK

Total 12 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, dan 312 rusak ringan. Satu sekolah terdampak.

6. Kabupaten Tapanuli Utara: Jembatan Putus, Belasan Rumah Rusak

Banjir bandang dan longsor melanda 4 kecamatan.

Pengungsi: 19 KK

Rumah rusak: 5 RB dan 64 RR

Infrastruktur: 4 ruas jalan rusak, 1 jembatan putus.

7. Kota Padangsidimpuan: Satu Warga Hilang

Banjir bandang melanda dua kecamatan.

Pengungsi: 240 KK (870 jiwa)
Satu warga hilang dan pencarian masih berlangsung.

8. Kabupaten Pakpak Bharat: Satu Korban Jiwa

Banjir bandang dan longsor terjadi di enam kecamatan. Satu warga meninggal dunia dan dua rumah rusak berat. Satu ruas jalan masih terganggu.

9. Kabupaten Nias Selatan: Longsor di Satu Ruas Jalan

Longsor dan cuaca ekstrem merusak satu rumah dan mengganggu akses jalan. Tidak ada korban jiwa.

Kebutuhan Mendesak di Seluruh Wilayah

BPBD Sumut mencatat kebutuhan utama yang seragam:

Penambahan personel SAR

Logistik darurat (makanan, selimut, tenda, obat-obatan)

Peralatan evakuasi

Alat komunikasi

Dukungan listrik dan penerangan

BPBD terus melakukan evakuasi, pendataan dampak, serta koordinasi lintas instansi untuk percepatan penanganan darurat di seluruh kabupaten/kota terdampak.(bbs/han)

Editor : Johan Panjaitan
#banjir bandang #bencana hidroklimatologi #longsor #BPBD Sumatera Utara #angin puting beliung