Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gaktibplin Digeber di Labusel, Propam Polda Sumut Pastikan Personel Bersih Narkoba

Johan Panjaitan • Rabu, 8 April 2026 | 18:00 WIB
Propam Polda Sumatera Utara melaksanakan Operasi Gaktibplin dengan   menyisir kesiapan dan integritas personel di Polres Labusel. (KHAIRUDDIN/SUMUT POS)
Propam Polda Sumatera Utara melaksanakan Operasi Gaktibplin dengan menyisir kesiapan dan integritas personel di Polres Labusel. (KHAIRUDDIN/SUMUT POS)

 

LABUSEL, Sumutpos.jawapos.com-Penegakan disiplin internal kembali ditegaskan di tubuh kepolisian. Melalui Operasi Gaktibplin, jajaran Propam Polda Sumatera Utara menyisir kesiapan dan integritas personel di Polres Labuhanbatu Selatan, Selasa (7/4/2026).

Operasi yang dipimpin Kasubbid Provos, Mustofa Nasution, ini bukan sekadar pemeriksaan rutin. Ia menjadi instrumen kontrol untuk memastikan setiap anggota tetap berada dalam koridor profesionalisme—baik dari sisi penampilan, administrasi, hingga perilaku.

Pemeriksaan dipusatkan di lapangan apel Mapolres, lalu berlanjut ke Polsek Kampung Rakyat dan Pos Pol Teluk Panji. Setiap detail diperiksa: kerapian rambut, kumis, jenggot, kelengkapan identitas seperti KTA, KTP, dan SIM, hingga potensi keterlibatan dalam praktik menyimpang seperti judi online dan gaya hidup hedonis.

Baca Juga: Tim SAR Brimob Masih di Lokasi Longsor Sembahe untuk Membantu Warga

Namun titik krusial berada pada tes urine—indikator paling tegas dalam mengukur integritas personel terhadap bahaya narkotika.

Hasilnya jelas: seluruh personel dinyatakan negatif narkoba.

Meski demikian, tim tetap menemukan sejumlah pelanggaran ringan terkait sikap tampang. Teguran pun langsung diberikan di tempat, sebagai bagian dari pembinaan yang tidak kompromistis.

Kapolres Labuhanbatu Selatan, Aditya S. P. Sembiring, melalui Kasi Propam D. P. Tarigan menegaskan bahwa disiplin adalah fondasi utama institusi Polri.

“Penampilan, kelengkapan identitas, hingga perilaku sehari-hari adalah cerminan kepercayaan publik. Karena itu, pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Pengamat Minta Hakim Objektif, Kesaksian Budi Karya Dinilai Cukup

Ia menambahkan, tidak ada ruang bagi pelanggaran, sekecil apa pun. Sanksi diberikan mulai dari teguran lisan hingga tindakan fisik sebagai bentuk pembinaan.

Operasi yang berlangsung tertib dan kondusif ini sekaligus mengirim pesan kuat: di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi, integritas bukan sekadar slogan—melainkan standar yang harus dijaga tanpa celah.(mag-5/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Pro 65 #narapida #polda sumatera utara #Polres Labusel