Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Halal Bihalal IKABAYA Jakarta: Jembatan Rindu Perantau, Energi Baru untuk Padang Lawas

Johan Panjaitan • Senin, 13 April 2026 | 16:49 WIB
 Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan dan Wakil Bupati H. Achmad Fauzan Nasution dalam acara Halal Bihalal IKABAYA Jakarta. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan dan Wakil Bupati H. Achmad Fauzan Nasution dalam acara Halal Bihalal IKABAYA Jakarta. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

 

PALUTAS, Sumutpos.jawapos.com-Suasana hangat penuh kekeluargaan mengalir di Auditorium Mutiara STIK PTIK, Minggu (12/04/2026), saat ratusan perantau asal Padang Lawas yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Haruaya Barumun Raya berkumpul dalam momentum Halal Bihalal 1447 H. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, pertemuan ini menjelma menjadi ruang temu emosional sekaligus konsolidasi gagasan bagi masa depan daerah.

Kehadiran Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan bersama Wakil Bupati Achmad Fauzan Nasution memberi dimensi tersendiri pada acara tersebut. Keduanya disambut melalui prosesi adat Mangulosi yang dipimpin Ketua IKABAYA Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, diiringi tarian Tor-tor khas Tapanuli Bagian Selatan—simbol penghormatan sekaligus pengikat identitas budaya.

Mengusung tema “Marsigomgoman Dohot Marsiholongan Mangubati Lungun di Pandaraman”, acara ini menjadi pengobat rindu bagi para perantau terhadap kampung halaman. Namun lebih jauh, ia menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah daerah dan diaspora.

Baca Juga: Komisi D DPRD Sumut Perketat Pengawasan Proyek Jalan Rp238,8 Miliar di Paluta

Dalam sambutannya, Edi Saputra Hasibuan menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kolektif untuk memperkuat peran perantau dalam pembangunan. “Kita ingin hubungan ini tidak berhenti pada nostalgia, tetapi berlanjut pada kontribusi nyata bagi kemajuan Padang Lawas,” ujarnya.

Nada yang sama disampaikan Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan. Ia mengapresiasi soliditas warga Padang Lawas di perantauan yang dinilainya tetap menjaga ikatan emosional dengan tanah kelahiran. “Walau jauh secara geografis, hati tetap terhubung. Ini adalah kekuatan besar bagi pembangunan daerah,” katanya.

Menurutnya, pemikiran, jejaring, dan pengalaman para perantau merupakan modal strategis yang dapat mempercepat realisasi program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Shaleh Partaonan Daulay serta Edy Junaedi Harahap, yang turut memperkaya diskursus dalam forum tersebut.

Di penghujung acara, suasana mencair dalam ramah tamah dan diskusi santai antara jajaran pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat. Percakapan yang terjalin mempertegas satu hal: pembangunan tidak hanya digerakkan dari pusat kekuasaan, tetapi juga dari ikatan emosional dan komitmen kolektif.

Baca Juga: 7 OKP Desak Pencopotan Kapolres, Soroti Dugaan “Main Mata” Kasus Narkoba

Halal Bihalal IKABAYA Jakarta tahun ini pun meninggalkan pesan yang kuat—bahwa di tengah jarak dan kesibukan, semangat kebersamaan tetap hidup, menjadi jembatan antara rindu dan tanggung jawab untuk membangun tanah kelahiran.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ikabaya #jakarta #halal bihalal #perantau