Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hendak Hadiri Pesta di Medan, Dua Warga Dairi Tewas dalam Kecelakaan Maut di Lae Pondom

Johan Panjaitan • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:30 WIB
Mobil Avanza yang ditumpangi korban ringsek usai  mengalami kecelakaan di kawasan Lae Pondom, Dairi, Sabtu (30/5/2026) dinihari. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Mobil Avanza yang ditumpangi korban ringsek usai mengalami kecelakaan di kawasan Lae Pondom, Dairi, Sabtu (30/5/2026) dinihari. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Perjalanan menuju sebuah acara bahagia berujung duka mendalam. Dua warga Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, meninggal dunia setelah mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Nasional Sidikalang–Medan, tepatnya di kawasan hutan Lae Pondom, dekat Simpang Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Sabtu (30/5/2026) dini hari.

Rombongan tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju Medan Martubung untuk menghadiri acara adat Martumpol atau pra nikah. Namun nahas, kendaraan yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Dairi, Aipda Analisa Sinuraya, membenarkan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua nyawa tersebut.

Baca Juga: Razia THM di Sergai, 27 Pengunjung Positif Narkoba dan Barang Bukti Ekstasi-Ganja Diamankan

Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, sebuah truk Fuso bernomor polisi BK 8140 LM yang dikemudikan Baktiar sedang berhenti di bahu jalan sebelah kiri karena mengalami kerusakan atau mogok saat melaju dari arah Sidikalang menuju Medan.

Pada waktu yang hampir bersamaan, mobil Toyota Avanza bernomor polisi A 1408 DP yang dikemudikan Parmonangan Saragih melintas di jalur yang sama dengan tujuan Medan.

Di dalam mobil Avanza tersebut terdapat sejumlah penumpang, yakni Asherawati Sinaga, Ratio Gultom, Parnados Simbolon, Juni Glentia Simbolon, Muller Simbolon, Dimer Hottua Simbolon, dan Disman Simbolon.

“Mobil Avanza melaju dari arah Sidikalang menuju Medan dengan kecepatan sekitar 60 hingga 70 kilometer per jam. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang truk Fuso yang sedang berhenti di bahu jalan,” ujar Analisa Sinuraya kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi Avanza tidak melihat atau kurang memperhatikan keberadaan truk yang sedang berhenti di depan kendaraan mereka.

Baca Juga: Polres Labuhanbatu dan TNI Perkuat Patroli Malam, Antisipasi Kejahatan 3C di Rantauprapat

Benturan keras yang terjadi mengakibatkan dua penumpang mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi maupun setelah kejadian. Kedua korban diketahui bernama Muller Simbolon dan Disman Simbolon.

“Akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang meninggal dunia. Sementara penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang,” jelasnya.

Sementara itu, pengemudi truk Fuso disebut belum diketahui keberadaannya dan masih dalam proses penelusuran oleh pihak kepolisian.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar rombongan. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa salah satu korban meninggal merupakan orang tua dari calon pengantin pria yang akan melangsungkan prosesi Martumpol. Sedangkan korban lainnya diketahui berperan sebagai parsinabul atau juru bicara pihak keluarga pengantin pria dalam rangkaian acara adat Batak tersebut.

Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh keluarga.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari di jalur pegunungan dan kawasan minim penerangan seperti Lae Pondom yang dikenal memiliki medan jalan berliku dan berkabut pada waktu-waktu tertentu.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan tersebut.
(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tewas #kecelakaan #lae pondom