sumutpos.jawapos.com – Sepak bola kembali menunjukkan besarnya nilai ekonomi yang berputar di ajang paling bergengsi dunia. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyiapkan total hadiah sebesar USD 871 juta atau sekitar Rp14,3 triliun untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Nilai tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen.
Melansir dari Instagram @cretivox, Kamis (4/6/2026), FIFA menaikkan total distribusi hadiah sekitar 50 persen dibandingkan edisi sebelumnya. Selain hadiah berdasarkan pencapaian di turnamen, setiap negara yang lolos juga memperoleh dana partisipasi dan persiapan. Besarnya hadiah tersebut mencerminkan masifnya industri sepak bola global yang didukung sponsor, hak siar, hingga penjualan tiket.
Namun, angka fantastis itu menjadi menarik ketika dibandingkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Diduga Sebarkan Video Pribadi Tanpa Izin, Warga Sergai Laporkan Mantan Kekasih ke Polisi
Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp855 miliar hingga Rp917 miliar per hari, total hadiah Piala Dunia 2026 setara dengan sekitar 15–16 hari pelaksanaan MBG. Jika dihitung dalam satu bulan, kebutuhan dana program tersebut bahkan bisa mencapai sekitar Rp27 triliun, hampir dua kali lipat dari total hadiah yang diperebutkan 48 negara peserta Piala Dunia.
Perbandingan ini ramai dibahas di media sosial. Banyak netizen terkejut melihat bahwa anggaran program nasional dalam waktu satu bulan ternyata jauh lebih besar dibandingkan total hadiah salah satu ajang olahraga terbesar di dunia.
"Kirain hadiah Piala Dunia itu paling besar di dunia. Ternyata anggaran makan gratis sebulan saja bisa lebih besar," tulis seorang pengguna X.
Baca Juga: Ratusan Buruh PT Sidojadi Mogok Kerja, Tuntut Bonus, BPJS dan Kepastian Status Kerja
Netizen lainnya menyoroti besarnya skala program yang dijalankan pemerintah.
"Kalau dipikir-pikir, memberi makan jutaan anak setiap hari memang butuh dana luar biasa besar. Angkanya jadi terasa nyata ketika dibandingkan dengan Piala Dunia," komentarnya.
Ada pula yang melihat perbandingan tersebut dari sisi berbeda.
"Ini menunjukkan betapa mahalnya program sosial berskala nasional. Tantangannya bukan cuma anggaran, tapi bagaimana memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke penerima," tulis netizen lainnya.
Sementara itu, sebagian pengguna media sosial menilai perbandingan tersebut tidak sepenuhnya sebanding karena sumber dan tujuan pendanaannya berbeda.
"Yang satu hadiah dari industri olahraga global yang menghasilkan keuntungan besar, yang satu lagi program negara untuk kebutuhan masyarakat. Jadi konteksnya memang berbeda," tulis seorang warganet.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan 104 pertandingan. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu diperkirakan menghasilkan pendapatan miliaran dolar bagi FIFA dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya.
Meski berasal dari sektor yang berbeda, perbandingan antara hadiah Piala Dunia dan anggaran MBG memberikan gambaran menarik mengenai skala dana triliunan rupiah yang sering kali sulit dibayangkan masyarakat. Ketika disandingkan, angka-angka tersebut menunjukkan betapa besarnya biaya yang dibutuhkan baik untuk menggelar pesta olahraga dunia maupun menjalankan program sosial berskala nasional.(lin)
Editor : Redaksi